loading…
Ke Ditengah Pertempuran yang berkecamuk yang melumpuhkan Selat Hormuz, raksasa Migas dunia Saudi Aramco justru mencatatkan lonjakan laba yang fantastis. Foto/Dok
Hal ini membuktikan bahwa mereka punya ‘jalan tikus’ rahasia Sebagai menghindari zona Pertempuran. Laba Aramco melesat hingga USD32,5 miliar atau Di Rp561 triliun (Di kurs Rp17.264 per USD) Sebagai periode yang berakhir 31 Maret. Lonjakan ini terjadi tepat Pada dunia Untuk tercekik Dari gangguan pasokan energi dan melambungnya harga Migas mentah Dunia akibat Pertempuran AS bersama Israel melawan Iran.
Strategi Jalur Dibelakang Lewat Laut Merah
Prestasi Aramco ini bukan sekadar keberuntungan. Pada Iran secara efektif menguasai Selat Hormuz-jalur nadi yang biasanya dilalui 20% Migas dunia-Aramco melakukan manuver strategis Di mengalihkan Penjualan Barang Ke Luar Negeri mereka. CEO Aramco, Amin Nasser mengungkapkan, bahwa pihaknya memaksimalkan penggunaan Pipa Timur-Barat (East-West Pipeline).
Baca Juga: Arab Saudi Penyelamat Dunia Di Kiamat Migas? Pipa Raksasa Bypass Selat Hormuz Pompa 7 Juta Barel
Jalur pipa raksasa ini membentang membelah daratan Arab Saudi, menyalurkan Migas langsung Di ladang timur Ke Laut Merah, Agar kapal-kapal tanker tidak perlu lagi bertaruh nyawa melewati Selat Hormuz yang Untuk diblokade.
“Pipa Timur-Barat kami sekarang beroperasi Di kapasitas maksimum sebesar 7 juta barel per hari,” ujar Nasser.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Aramco Raup Cuan Rp561 Triliun! Terungkap Cara Cerdik Saudi Amankan Migas Tanpa Selat Hormuz











