Menkes Kirim Praktisi Medis Ortopedi Ke NTT, Tangani Pasien Patah Tulang Termasuk Usia Anak

Jakarta

Pejabat Tingginegara Kesejajaran (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin meninjau langsung Kepuasan pelayanan Kesejajaran Di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Di Selasa (18/8/2026). Kunjungan ini dilakukan guna memastikan penanganan medis Bagi korban terdampak Bencana Alam Di Daerah NTT tetap berjalan optimal.

Dampak gempa menyebabkan bangunan utama RSUD Ruteng Merasakan kerusakan. Alhasil, pelayanan pasien termasuk tindakan pembedahan darurat, harus dialihkan Sambil Ke tenda-tenda darurat Di luar gedung Fasilitas Medis.

Di Ditengah keterbatasan tempat, Menkes menyempatkan diri menyapa para korban Kerusakan, salah satunya Yosef (12). Anak laki-laki tersebut Merasakan patah tulang paha usai tertimpa reruntuhan Rumah tetangganya yang roboh akibat guncangan gempa.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kalau tidak dioperasi, nanti sembuhnya bisa cacat. Dia tidak bisa main bola lagi, padahal dia senang main bola dan cita-citanya ingin menjadi Manajer Skuat nasional,” kata Menkes Untuk keterangan resmi yang diterima detikcom, Rabu (19/8).



Praktisi Medis Spesialis Ortopedi Dimobilisasi Ke NTT

Menkes menegaskan bahwa Perkara Pidana Hukum trauma dan patah tulang merupakan dampak Kesejajaran paling dominan yang ditemukan pascagempa. Untuk memastikan Yosef dan korban lainnya Merasakan tindakan medis yang cepat, Kemenkes mendatangkan Skuat Praktisi Medis spesialis ortopedi Didalam berbagai Fasilitas Medis rujukan utama dan perguruan tinggi Di Indonesia.

Skuat Praktisi Medis ahli yang dikerahkan Di lain berasal Didalam RSUD Dr Soetomo Surabaya, RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, RSUP dr Ben Mboi Kupang, hingga Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

“Kita berterima kasih kepada teman-teman Didalam Fasilitas Medis yang sudah datang membantu. Para Praktisi Medis ortopedi ini sudah mau membantu menyembuhkan pasien-pasien yang membutuhkan penanganan,” terang Menkes.

Pembangunan Fasilitas Medis Lapangan Lengkap Didalam Ruang Operasi

Bagi Menantikan keterbatasan tenda darurat dan menjamin sterilitas tindakan pembedahan, Kemenkes Di ini Ditengah mendirikan Fasilitas Medis lapangan Di Lapangan Golo Dukal, Kabupaten Manggarai. Langkah serupa juga dilakukan Bagi memperkuat RSUD Nagekeo yang turut terdampak gempa.

Fasilitas Medis lapangan tersebut Berencana dilengkapi Didalam fasilitas ruang operasi mandiri, Supaya tindakan bedah darurat dapat dilangsungkan secara aman dan higienis.

“Lantaran Rumah sakitnya sekarang tidak aman digunakan, kita Untuk membangun Fasilitas Medis lapangan. Di sana nanti Praktisi Medis-Praktisi Medis bisa melakukan operasi Didalam baik,” tutur Menkes.

Kerahkan Volunteer Lakukan Sweeping Kesejajaran Ke Desa-desa

Tak hanya Berorientasi Di penanganan Di Fasilitas Medis rujukan, Menkes menginstruksikan Skuat Kesejajaran dan Volunteer Bagi melakukan penyisiran (sweeping). Ini dilakukan hingga Ke tingkat puskesmas dan desa-desa terdampak Di Daerah Flores Utara.

Penyisiran ini bertujuan Bagi menjaring korban gempa yang belum tersentuh penanganan medis, sekaligus mengidentifikasi pasien yang membutuhkan penanganan darurat atau rujukan Ke Fasilitas Medis lapangan.

“Kita perlu sekali mengirim Skuat Volunteer Ke seluruh puskesmas yang ada Di Flores Utara Bagi menyapu bersih semua desa, mengidentifikasi pasien-pasien mana yang harus segera kita rawat dan dirujuk Ke Fasilitas Medis,” tegasnya.

Halaman 2 Didalam 2

(sao/naf)



Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Menkes Kirim Praktisi Medis Ortopedi Ke NTT, Tangani Pasien Patah Tulang Termasuk Usia Anak