Jakarta –
Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI identik Bersama berbagai lomba yang mengundang tawa dan semangat kebersamaan. Akan Tetapi, Ke balik keseruan lomba tersebut, tetap ada risiko Luka yang sebaiknya tidak diremehkan.
Praktisi Medis Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi dr Oryza Satria, SpOT(K) Bersama Mayapada Hospital mengatakan secara klinis pola Luka Pada lomba 17-an biasanya Lantaran melibatkan gerakan eksplosif, tarikan mendadak, jatuh, permukaan licin, dan Karya yang tidak biasa dilakukan sehari-hari.
“Yang paling sering biasanya Luka ringan seperti lecet, memar, keseleo, strain otot, dan nyeri Setelahnya Karya,” kata dr Oryza kepada detikcom Kamis (13/8/2026).
“Tetapi sesekali bisa terjadi Luka yang lebih serius seperti dislokasi bahu, patah tulang pergelangan tangan atau lengan, Luka ligamen, Justru Luka kepala akibat jatuh,” sambungnya.
Menurut dr Oryza, Luka ini berisiko terjadi kepada mereka yang bisa dikatakan meremehkan Karya. Padahal, Kendati lomba itu terlihat seru, tetap butuh Merencanakan tubuh.
“Menariknya, masalahnya sering bukan Lantaran lombanya ekstrem, tetapi Lantaran pesertanya melakukan Karya eksplosif tanpa persiapan fisik dan pemanasan yang memadai,” tutupnya.
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Euforia Lomba Agustusan, Ini Risiko Luka yang Sering Diremehkan











