loading…
Lembaga Keuangan Internasional menaikkan status ekonomi Vietnam dan Filipina menjadi Negeri berpendapatan menengah atas. FOTO/AP
Berdasarkan laporan Lembaga Keuangan Internasional yang dirilis per 1 Juli 2026, Vietnam mencapai Perkembangan yang didukung Dari model berbasis Perdagangan Keluar Negeri, Sambil Filipina mencapai reklasifikasinya Melewati ekspansi Penanaman Modal yang luas Di seluruh industri besar tulis .
Berdasarkan laporan Dunia Economic Prospects (GEP) edisi Juni 2025, Lembaga Keuangan Internasional memproyeksikan ekonomi Vietnam tumbuh 5,8% Di 2025 dan Meresahkan menjadi 6,1% Di 2026. Sambil ekonomi Filipina diperkirakan tumbuh 5,3% Di 2025 dan naik menjadi 5,4% Di 2026.
Baca Juga: Lembaga Keuangan Internasional Naikkan Status Vietnam dan Filipina Karena Itu Negeri Berpendapatan Menengah Atas, Indonesia Kalah
Angka tersebut berada Di atas proyeksi Perkembangan ekonomi Indonesia yang dipangkas menjadi 4,7% Di 2025 dan hanya mencapai 4,8% Di 2026. Kepuasan ini menempatkan Indonesia tertinggal Di sejumlah Negeri utama Organisasiregional Di persaingan Perkembangan ekonomi kawasan.
Lembaga Keuangan Internasional mencatat pendapatan nasional bruto atau gross national income (GNI) per kapita Vietnam mencapai USD4.970 Di 2025, sedangkan Filipina sebesar USD4.850. Kedua Negeri itu telah melampaui ambang batas kategori Negeri berpendapatan menengah atas yang ditetapkan Lembaga Keuangan Internasional sebesar USD4.636.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Vietnam dan Filipina Bersaing Karena Itu Raja Organisasiregional, Mengapa Indonesia Tertinggal?











