Tips Makan Sehat Pengidap Diabetes, Masih Boleh Kok Makan Nasi

Jakarta

Pengaturan pola makan atau Pola Makan Bagi pengidap diabetes melitus (DM) sering kali Dikatakan menyiksa. Sebab, disebut harus memotong asupan karbohidrat secara ekstrem.

Padahal, pengidap diabetes sebenarnya masih diperbolehkan mengonsumsi nasi putih, asalkan memahami trik pengolahannya agar tidak memicu lonjakan gula darah.

Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan bahwa Sebelumnya menyusun menu Pola Makan harian, Situasi klinis pasien harus dipastikan terlebih dahulu Melewati pemeriksaan laboratorium.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Sebenarnya harus dicek juga hasil labnya. Dari Sebab Itu gula darah sewaktunya berapa, terus dibutuhkan juga cek gula darah puasa, dan hasil HbA1c Bagi tahu tiga bulan terakhir itu sebenarnya terkontrol atau enggak gula darahnya,” ujar dr Yaze Untuk live TikTok detikHealth, Kamis (10/9/2026).



Trik Nasi ‘Dingin’ Bagi Menurunkan Indeks Glikemik

Bagi pengidap diabetes yang tetap ingin makan nasi putih, dr Yaze membagikan tips sederhana, yakni menghindari konsumsi nasi Untuk Situasi hangat atau panas.

“Biasanya aku memang masih tetap nyaranin nasi, tapi kalau bisa bukan Untuk keadaan yang hangat atau panas-panas. Kalau bisa, biarin dingin dulu,” kata dr Yaze.

“Justru biasanya aku saranin Ke pasien dimasukin dulu Ke Untuk kulkas, tapi tetap Untuk wadah yang tertutup ya,” jelasnya.

Nasi yang disimpan Ke kulkas Dari malam hari dapat dikonsumsi Di pagi atau siang harinya. Jika tidak suka menyantap nasi dingin, pasien cukup mendiamkannya sebentar hingga mencapai suhu ruangan Sebelumnya dimakan.

“Nah, itu indeks glikemiknya Berencana lebih rendah, Dari Sebab Itu gula darahnya enggak Berencana tiba-tiba melonjak. Sebab kan yang ditakutkan kalau makan karbohidrat atau gula terlalu banyak, gula darahnya Dari Sebab Itu tinggi sampai 200 atau 300 Sebab indeks glikemiknya naik terlalu cepat,” tambahnya.

Tetapi, dr Yaze mengingatkan agar nasi dingin tersebut tidak diolah kembali secara berlebihan.

“Enggak perlu diapa-apain lagi. Jangan digoreng, terus enggak perlu dikasih bumbu. Dimakan kayak biasa saja,” tegas dia.

Atur Urutan Makan dan Kenali Sinyal Tubuh

Selain mengontrol Situasi nasi, tata cara menyantap Konsumsi juga memegang peranan penting Untuk menjaga stabilitas insulin. dr Yaze menyarankan strategi makan berurutan.

“Terus kalau bisa berurutan makannya, Untuk serat dulu, Mutakhir protein. Nanti kalau sudah kenyang gara-gara serat dan protein, karbonya enggak usah dipaksa Bagi dimakan,” tutur dr Yaze.

“Kalau karbonya Mutakhir dimakan 2-5 Alat sudah ngerasa kenyang, ya sudah berhenti. Tetap harus kenali sinyal tubuh,” lanjutnya.

Hindari Es Teh Manis Sesudah Makan

Strategi porsi dan urutan makan ini bisa menjadi sia-sia jika ditutup Di pilihan minuman yang keliru. Menyeruput minuman manis seperti es teh atau es jeruk Sesudah makan Berencana kembali memicu lonjakan indeks glikemik.

“Kalau misalnya urutan makannya sudah benar, malah minum es teh, sama saja kalau gitu. Glycemic index-nya Dari Sebab Itu naik lagi. Dari Sebab Itu, minum air putih,” imbau dr Yaze.

Ia juga menambahkan catatan khusus Yang Berhubungan Di penyerapan Konsumsi Bergizi harian. Kalau misalnya sudah makan vitamin C, jangan minum teh, sebab penyerapan vitamin C bisa Dari Sebab Itu tidak optimal.

Halaman 2 Untuk 2

(sao/dpy)


Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Tips Makan Sehat Pengidap Diabetes, Masih Boleh Kok Makan Nasi