Manggarai Barat –
Sudah 20 tahun lamanya, Titiek Soeharto tidak Melakukan Kunjungan Hingga Labuan Bajo. Dia pun merasa pangling Di keindahannya sampai mengucap, ‘Masyaallah indah sekali’.
Ketua Komisi IV Wakil Rakyat RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto akhirnya menginjakkan kaki kembali Hingga Labuan Bajo Sesudah 20 tahun lamanya tidak berkunjung Hingga sana.
Titiek mengaku terkesan Di keindahan Labuan Bajo. Putri mantan Ri Soeharto itu mengaku terakhir kali datang Hingga Labuan Bajo Di 20 tahun yang lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu diungkapkan Titiek Pada memimpin rombongan Komisi IV Wakil Rakyat RI Berbicara Di Kementerian Kehutanan dan pelaku Wisata Internasional Merundingkan kuota wisata Taman Nasional Komodo Ke Jumat (24/4) Ke Labuan Bajo.
“Untuk saya pribadi saya senang sekali hari ini saya bisa datang lagi Hingga Labuan Bajo Sesudah Bisa Jadi 20 tahun yang lalu ya saya datang Hingga sini,” aku Titiek.
“Tadi pangling banget, tadi malam datangnya malam-malam nggak kelihatan (keindahan Labuan Bajo), begitu pagi masya Allah indah sekali Ke sini ya,” imbuh politikus partai Gerindra tersebut.
Titiek tiba Ke Labuan Bajo Ke Kamis (23/4) malam Untuk Hadir Di Kegiatan diskusi yang digelar Ke sebuah restoran Di view laut Labuan Bajo. Di restoran itu terlihat ratusan kapal pinisi berlabuh dan gugusan pulau-pulau kecil yang indah.
Titiek juga terkesan Di Situasi Ke sepanjang jalan Labuan Bajo yang dinilainya bersih. “Sepanjang jalan ini bagus dan bersih itu saya sangat mengapresiasi sekali,” ujar Titiek.
Bupati Manggarai Barat Mengeluh Tak Kebagian Cuan Komodo
Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi Mengkritik Daerah yang dipimpinnya tak kebagian cuan Di Taman Nasional (TN) Komodo. Ke tahun 2025, penerimaan Negeri bukan Iuran Wajib (PNBP) TN Komodo Di tiket masuk wisatawan mencapai Rp 100 miliar lebih. Semuanya disetor Hingga pemerintah pusat.
Keluhan itu disampaikan Edi Endi kepada Titiek Di diskusi Komisi IV Wakil Rakyat RI Di Kementerian Kehutanan dan pelaku Wisata Internasional Merundingkan kuota wisata TN Komodo.
“Kemarin Pak Bupati Mengkritik bahwa pemasukan-pemasukan (Di TN Komodo) semuanya ditarik Hingga pusat, sini hanya kebagian sedikit ya pak?” tanya Titiek.
Edi Endi langsung menyahut. Ia menegaskan tak satu Uang Negara Indonesia pun cuan TN Komodo itu dibagikan Hingga Pemkab Manggarai Barat.
“Ibu Ketua, kalau sedikit itu masih ada, ini tidak ada, nol,” tegas Edi Endi.
Titiek pun berjanji Berencana menindaklanjuti keluhan Bupati Edi Endi tersebut.
“Pak Bupati, ini sebetulnya bukan urusan kami komisi IV, tapi Insyaallah kami usahakan sampaikan supaya kebagianlah Untuk Daerah ini. Sebab jumlahnya cukup besar, setahun berapa yang bisa terkumpul PNBP-nya,” kata Titiek.
Edi Endi menjawab PNBP TN Komodo tahun 2025 mencapai Rp 100 miliar. Titiek Lalu menimpalinya. “Rp 100 miliar, bapak nol, nol aja?” ujarnya.
Edi Endi Lalu menanggapinya Di mengatakan bahwa Manggarai Barat bukan hanya tidak dapat cuan TN Komodo, tapi yang ada malah buntung.
“Kosong, kalau kosong juga masih baik, malah buntung, bu,” ujar Edi. Pernyataan Edi Endi mengundang gelak tawa anggota Komisi IV dan peserta diskusi lainnya.
Kendati tak dapat cuan Di TN Komodo, Titiek menyinggung Edi Endi tentang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Manggarai Barat yang mencapai Rp 136 miliar Ke 2025. “Tapi kan PAD-nya ada Rp 127 (miliar),” ujar Titik.
Edi Endi mengakui realisasi PAD itu. Akan Tetapi politikus partai NasDem itu menegaskan realisasi PAD itu tak ada yang sumbernya langsung Di TN Komodo.
“PAD Rp 127 miliar itu ya lagi-lagi sumbernya itu bukan Di Taman Nasional Komodo. Itu Di Iuran Wajib hotel dan restoran yang ada Ke darat,” ujar Edi Endi.
Ia mengakui PAD Manggarai Barat itu ada korelasinya Di destinasi wisata TN Komodo. Akan Tetapi tak ada PAD yang bersumber langsung Di TN Komodo. “Bahwa apakah ada korelasi Yang Terkait Di Di soal spot-spot yang ada Ke TN Komodo, iya,” tegas Edi Endi.
Titiek Lalu menegaskan hal yang sama bahwa ada korelasi PAD Di TN Komodo. “Ada dong, Pak,” ujar Titiek.
Edi Endi membenarkannya tapi menegaskan itu tak berkontribusi langsung Ke PAD. “Ada, lagi-lagi ada korelasi tapi apakah secara langsung? tidak Bu,” kata dia.
———-
Artikel ini telah naik Ke detikBali.
(wsw/wsw)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Sudah 20 Tahun Titiek Tidak Hingga Labuan Bajo: Pangling Banget, Masyaallah











