loading…
Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi menegaskan transformasi digital Lewat kecerdasan buatan, komputasi awan, dan Keahlian lainnya harus diimbangi Bersama kesiapan Keselamatan Dari awal. Foto/istimewa
Hal itu disampaikan Nugroho Pada Kegiatan Temu Nasional dan Milad Satu Dekade Keberdampakan Asosiasi Inisiatif Studi Ilmu Politik (Apsipol) 2026 Ke Gedung ASEEC, Universitas Airlangga, Surabaya, Selasa, 3 November 2026.
Nugroho menjelaskan kedaulatan digital bukan sekadar kemampuan menguasai Keahlian secara mandiri. Kedaulatan digital juga berarti kemampuan menentukan pilihan dan mengendalikan ketergantungan Di ekosistem Keahlian Dunia.
Baca juga: BSSN Ingatkan PHP2Shell Buka Pintu Peladen Untuk Striker Tanpa Autentikasi
“Pelindungan data merupakan Pada penting Bersama upaya tersebut. Pengelolaannya perlu mencakup infrastruktur, sistem, Inisiatif, hak akses, pemrosesan, penyimpanan, dan enkripsi,” kata Nugroho, Kamis (5/11/2026).
Nugroho juga mengingatkan ancaman siber perlu diwaspadai Lantaran dapat berdampak Ke kebocoran data pribadi, gangguan layanan publik, Karya ekonomi, serta kepercayaan Komunitas Di Kedaulatan Rakyat. Keselamatan siber merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa Lewat pendekatan Quad Helix.
Lihat video: BREAKING NEWS Pelantikan Mendiktisaintek Mutakhir dan Kepala BSSN
Pendekatan ini melibatkan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas, serta didukung Dari media. “Ke Ditengah pesatnya perkembangan Keahlian dan Lebih kompleksnya ancaman siber, tidak ada satu pihak pun yang dapat bekerja sendiri. Diperlukan komitmen, kolaborasi, dan kontribusi nyata Bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, industri, akademisi, komunitas, dan media,” katanya.
(cip)
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Kepala BSSN Soroti Kedaulatan Digital dan Masa Didepan Kedaulatan Rakyat











