Wisata  

Pendaki Ilegal Gunung Merapi Biasa Lewat Jalur Tikus Boyolali-Magelang



Sleman –

Sebanyak 14 pendaki ilegal ditangkap Pada mendaki gunung Merapi. Mereka biasa lewat jalur tikus Di Boyolali-Magelang.

Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Membeberkan sejumlah jalan tikus yang kerap dilewati para pendaki ilegal Untuk mendaki gunung tersebut.

“Kalau yang namanya hutan kan selalu berbatasan Didalam pemukiman. Kami ada 30 desa yang ada Di Disekitar kawasan Taman Nasional Gunung Merapi,” kata Kepala Balai TNGM, Tutut Heri Wibowo.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Tetapi yang biasa dilakukan Untuk kegiatan pendakian itu kan Di Area Boyolali, Sesudah Itu Magelang, dan Klaten itu sedikit yang Di Sapuangin,” sambungnya.

Sedangkan Untuk jalur tikus, kata Heri, yang paling banyak digunakan pendaki ilegal berada Di Area Selo, Boyolali, dan Dukun, Magelang.

“Hutan bakalan Desa Klakah, Tegalsruni Desa Samiran, Hutan Stabelan desa Tlogolele, Hutan Rogobelah desa Suroteleng, dan rute jalur masuk Didalam Babadan. Sama Didalam yang lainnya, orang cari jalan tikus Sebab Disorot aman Untuk mereka,” papar Heri.

Heri menyebut, pihaknya pun telah melakukan berbagai upaya Untuk mencegah para pendaki ilegal ini. Tak terkecuali Di jalur-jalur tikus. Selain sosialisasi Di berbagai media Justru secara luring Di sekolah-sekolah, patroli juga giat dilakukan.

“Menggunakan papan-papan larangan, misalkan ‘Di Pada ini level 3 dilarang melakukan pendakian Sebab resiko-resiko berbahaya’, itu banyak banget kita taruh itu tulisan-tulisan itu Di pintu-pintu tikus itu juga sebenarnya sudah ada semua informasi Untuk tidak melakukan pendakian itu ada,” ujarnya.

Tetapi lagi-lagi, lanjut Heri, Sebab luasnya hutan, keterbatasan personil, hingga kesadaran individu, membuat para pendaki ilegal ini terus bermunculan.

“Patroli Upaya Mencegah Komunitas yang melakukan pendakian ilegal itu kan rutin ya walaupun Mungkin Saja kalau waktunya kan tentu kita tidak bisa informasikan Sebab pasti kalau terinfo kepada pihak luar kan pasti Berencana dihindari,” papar Heri.

“Kalau patroli tentu semua titik, kadang-kadang teman-teman tuh menggunakan informan Komunitas ya. Ada banyak metode sih, biasanya pakai informan, Sesudah Itu ada juga yang Mungkin Saja feeling teman-teman Di sana, itu juga Sebab biasanya itu menjadi pintu-pintu masuk,” pungkasnya.

——–

Artikel telah naik Di detikJogja.

(wsw/wsw)

Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Pendaki Ilegal Gunung Merapi Biasa Lewat Jalur Tikus Boyolali-Magelang