Kementerian Kesejajaran (Kemenkes) mulai menguji coba sistem rujukan Mutakhir Bagi pasien Jaminan Kesejajaran Nasional (JKN) Ke Kota Bandung, Jawa Barat. Di sistem ini, pasien BPJS Kesejajaran nantinya bisa langsung dirujuk Hingga Fasilitas Medis sesuai Gangguan dan kebutuhan medisnya tanpa harus melewati rujukan berjenjang.
Sekretaris Jenderal Kemenkes RI Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan Bandung menjadi salah satu lokasi piloting transformasi JKN. Uji coba dilakukan Sebagai melihat kesiapan fasilitas Kesejajaran sekaligus Menimbang pelaksanaan sistem Sebelumnya diterapkan secara nasional.
“Di ini Kelompok masuk puskesmas dirujuk sesuai Bersama kelasnya Fasilitas Medis. Masuk kelas D dulu, D tidak bisa dirujuk Hingga C, dan seterusnya. Nanti, begitu masuk Hingga puskesmas, pasien Akansegera dirujuk sesuai Bersama penyakitnya,” kata Kunta usai audiensi Ke Gedung Dinas Kesejajaran Provinsi Jawa Barat, Jumat (25/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, pasien Bersama Kemakmuran yang membutuhkan layanan spesialis tertentu dapat langsung diarahkan Hingga Fasilitas Medis yang Memperoleh kompetensi tersebut.
“Kalau Gangguan jantung complicated, ya dia langsung Hingga Fasilitas Medis yang mempunyai layanan jantung utama, Supaya Kelompok bisa langsung terlayani Bersama lebih baik, tidak perlu berjenjang dan tidak ngantre,” ujarnya.
Sistem tersebut dikenal sebagai Rujukan Berbasis Kompetensi Pelayanan (RBKP). Kunta mengatakan perubahan ini merupakan Dibagian Bersama transformasi JKN yang mencakup tiga pilar utama.
Pertama, penerapan RBKP yang mengubah mekanisme rujukan berdasarkan kompetensi fasilitas Kesejajaran. Kedua, penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS). Ketiga, perubahan sistem pembiayaan Lewat Indonesian Diagnosis Related Group (iDRG).
Cek Kesiapan Fasilitas Medis hingga Puskesmas
Sebagai melihat kesiapan pelaksanaan Aturan tersebut, Kemenkes bersama sejumlah pihak melakukan kunjungan Hingga beberapa fasilitas Kesejajaran Ke Kota Bandung.
Salah satunya Fasilitas Medis Hasan Sadikin (RSHS). Kunjungan dilakukan Sebagai melihat kesiapan fasilitas rawat inap Di memenuhi 12 kriteria KRIS.
Kriteria tersebut Di lain mencakup ketersediaan oksigen, ventilasi, kamar mandi Ke Di ruang rawat, hingga kapasitas maksimal empat tempat tidur Di satu kamar.
Rombongan Kemenkes Lalu meninjau Puskesmas Garuda dan klinik swasta Mitra Medika. Fasilitas pelayanan Kesejajaran tingkat pertama itu menjadi Dibagian penting Di penerapan sistem rujukan berbasis kompetensi Lantaran menjadi pintu awal pasien Sebelumnya Merasakan layanan lanjutan.
Kota Bandung dipilih sebagai lokasi piloting Lantaran Memperoleh ekosistem pelayanan Kesejajaran yang lengkap, mulai Bersama klinik, puskesmas, hingga Fasilitas Medis Bersama berbagai tingkat layanan.
Uji coba Akansegera melibatkan fasilitas Kesejajaran pemerintah maupun swasta Ke Kota Bandung secara serentak.
Selain Bandung, uji coba juga direncanakan berlangsung Ke Kota Makassar, Kabupaten Tulungagung, dan Kabupaten Muara Enim. Pelaksanaan piloting dijadwalkan berlangsung Pada 12 bulan Sesudah Peraturan Kepala Negara (Perpres) Yang Berhubungan Bersama ditandatangani.
Pembiayaan BPJS Juga Diubah
Transformasi JKN tidak hanya menyasar sistem rujukan. Kemenkes juga menyiapkan perubahan skema pembiayaan Lewat iDRG.
Besaran klaim BPJS Kesejajaran nantinya disesuaikan Bersama karakteristik Gangguan serta biaya operasional riil Fasilitas Medis Ke Indonesia.
Bersama sistem rujukan yang tidak lagi bergantung Ke jenjang Fasilitas Medis, pemerintah juga berharap pembiayaan pelayanan Kesejajaran dapat menjadi lebih efisien.
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyambut positif pelaksanaan uji coba tersebut. Dia berharap sistem Mutakhir dapat mempercepat pasien Merasakan layanan sesuai penyakitnya.
“Kami Bersama Pemprov Jabar mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kemenkes dan BPJS Kesejajaran. Pada ini Kelompok kesulitan ketika datang Hingga puskesmas rujukan ini harus Hingga mana, keburu pasiennya tambah parah,” kata Erwan.
“Tapi nanti bisa langsung dirujuk berdasarkan penyakitnya. Yang kanker langsung Hingga penanganan kanker, yang jantung penanganan jantung,” sambungnya.
Erwan berharap apabila uji coba Ke Bandung berjalan baik, sistem tersebut dapat diterapkan lebih luas Ke Jawa Barat. Di ini terdapat 1.118 puskesmas yang tersebar Ke 27 kabupaten/kota Ke Jawa Barat.
Ke Di Yang Sama, Deputi Direksi Bidang Studi, Perkembangan dan Pembuatan BPJS Kesejajaran Irfan Humaidi mengatakan BPJS Kesejajaran Akansegera berkolaborasi Bersama Kemenkes, pemerintah Area, dan fasilitas Kesejajaran Pada masa uji coba.
Pada 12 bulan, pelaksanaan sistem Akansegera dianalisis dan dievaluasi Sebagai mengidentifikasi kendala sekaligus mencari solusi Sebelumnya Aturan diterapkan secara nasional.
Halaman 2 Bersama 2
Simak Video “Video: Sistem Rujukan Mutakhir BPJS Kesejajaran Bakal Dimulai Januari 2026“
(naf/dpy)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Kemenkes Uji Coba Sistem Rujukan Mutakhir Pasien BPJS Ke Bandung, Ini Hasilnya











