IJTI Serahkan Pengakuan 5 Tokoh Inspiratif Pendorong Keterbukaan Informasi Di Simposium dan Apresiasi 2026

loading…

Ikatan Jurnalis Monitor Indonesia (IJTI) Menyediakan Pengakuan Di 5 tokoh pendorong keterbukaan informasi Untuk agenda Simposium dan Apresiasi IJTI 2026. Foto: Danandaya Aria Putra

JAKARTA – Ikatan Jurnalis Monitor Indonesia (IJTI) Menyediakan Pengakuan Di 5 tokoh pendorong keterbukaan informasi Untuk agenda Simposium dan Apresiasi IJTI 2026. Kegiatan ini merupakan ajang bergengsi Sebagai mengkaji arah jurnalisme Di Di pusaran disrupsi sekaligus Menyediakan Pengakuan tertinggi kepada tokoh-tokoh inspiratif Di Tanah Air.

Ketua Umum IJTI Herik Kurniawan mengatakan, lima tokoh yang Merasakan Pengakuan ini dinilai telah Menyediakan kontribusi nyata Untuk memperkuat literasi, pelayanan publik, hingga ekosistem jurnalisme.

Baca juga: IJTI: Menghormati Profesi Jurnalis Wujud Kepatuhan Hukum

Lima penerima Apresiasi IJTI 2026 yakni Direktur Jenderal PAUD, Belajar Dasar, dan Belajar Nonformal & Informal Kemendikdasmen Gogot Suharwoto sebagai Tokoh Transformasi Belajar dan Literasi Digital; Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol Asep Safrudin sebagai Tokoh Penguatan Ekosistem Jurnalisme dan Keterbukaan Informasi.

Berikutnya, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing sebagai Tokoh Pelayanan Publik dan Kemitraan Media; Bupati Malinau Wempi W Mawa sebagai Tokoh Penguatan Literasi Informasi dan Transformasi Digital; serta (alm) Ivan Haris Prikurnia sebagai Tokoh Lifetime Achievement.

“Apresiasi ini diberikan kepada mereka yang Memiliki kontribusi besar Di dunia jurnalisme, khususnya Untuk IJTI dan Komunitas. Para penerima Pengakuan adalah mereka yang mampu Menyediakan informasi secara jelas, jernih, terbuka, dan relevan Untuk publik Lewat kontribusi dan kerja mereka Di bidang masing-masing,” ujar Herik.

Dia menekankan pentingnya peran sumber informasi yang kredibel Di Di derasnya arus informasi Di ini. “Kita memahami bahwa Di ini kita berada Di era keterbukaan ketika arus informasi berkembang sangat cepat dan luas. Lantaran itu, publik membutuhkan informasi akurat, relevan, dan dapat dipercaya Untuk sumber yang Memiliki kompetensi dan otoritas,” katanya.

Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: IJTI Serahkan Pengakuan 5 Tokoh Inspiratif Pendorong Keterbukaan Informasi Di Simposium dan Apresiasi 2026