loading…
CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani mengatakan, PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) dibentuk Bagi Meningkatkan devisa Bangsa yang Pada ini potensinya hilang akibat praktik under invoicing para eksportir. Foto/Dok
Hal tersebut menjadikan pelaporan pembayaran Iuran Wajib perusahaan Ke Bangsa kurang optimal. Belum lagi devisa hasil Penjualan Barang Ke Luar Negeri juga kerap diendapkan Di rekening Foreign dan tidak bawa Ke Untuk negeri.
“Ini inline Bersama OECD principles yang Di mana kita ingin menjunjung tinggi governance, transparancy, accountability Bersama semua ini Supaya tidak terjadi lagi potensi-potensi adanya uang gelap. Istilah saya, uang gelap,” ujarnya Untuk konferensi pers Di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat RI, Rabu (20/5/2025).
Baca Juga: Prabowo Sebut Pada 34 Tahun Rp15.845 Triliun Hilang Akibat Kecurangan Penjualan Barang Ke Luar Negeri
Rosan menjelaskan PT DSI Berencana beroperasi Untuk dua fase. Fase pertama mulai 1 Juni sampai 31 Desember, PT DSI hanya Berencana melakukan pemeriksaan invoice jual beli hingga menjadi perantara pembeli (market Penjualan Barang Ke Luar Negeri) dan penjual (perusahaan Untuk negeri).
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Danantara Sumberdaya Indonesia Resmi Terbentuk, Rosan: Hilangkan Potensi Uang Gelap











