loading…
Foto: Doc. Istimewa
Lewat inisiatif streamlining, Telkom juga menciptakan efisiensi operasional sekaligus memperkuat fokus realisasi belanja modal Ke Pembuatan Usaha inti Hingga sektor Telecom dan digital. Penataan portofolio dilakukan Lewat berbagai skema, yakni divestasi, merger, dan likuidasi. Langkah ini diharapkan dapat menghasilkan struktur grup yang lebih ramping, menajamkan peran setiap entitas, serta memperkuat transformasi Telkom Bersama Operating Holding Ke Strategic Holding Bersama model Holding Company-Operating Company (HoldCo-OpCo) yang mampu menciptakan Kemajuan nilai secara berkelanjutan.
Untuk struktur tersebut, Telkom sebagai HoldCo Berencana Berorientasi Ke pengelolaan portofolio, penguatan tata kelola, penciptaan sinergi, dan optimalisasi nilai antar segmen Usaha. Ke Di Yang Sama, Kegiatan operasional dijalankan Bersama OpCo yang secara terfokus Bersama lebih spesifik, yaitu Ke Segmen B2C, B2B Infrastructure, B2B ICT, dan International Business.
Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji menyampaikan bahwa penyederhanaan portofolio merupakan langkah strategis Untuk membangun organisasi yang Lebih lincah Untuk Berjuang Bersama dinamika industri digital. “Transformasi tidak hanya diwujudkan Lewat Pembuatan kapabilitas Usaha, tetapi juga keberanian Untuk menata kembali organisasi agar Lebih fokus Ke Usaha inti yang menjadi kekuatan utama. Bersama struktur yang lebih ramping, Telkom Memperoleh fondasi yang lebih kuat Untuk bergerak lebih agile, Membagikan Penanaman Modal Asing secara lebih optimal, serta menciptakan Kemajuan yang lebih berkualitas.”
Hingga akhir Juni 2026, Telkom telah menyelesaikan streamlining Pada 10 entitas Lewat berbagai Aksi Massa korporasi strategis. Ke skema divestasi, Telkom menuntaskan pelepasan 2 entitas yang ditandai Bersama penandatanganan Sale and Purchase Agreement (SPA) bersama mitra strategis Ke 3 Juni 2026.
Lewat skema penggabungan vertikal (vertical merger), Telkom juga menyelesaikan merger Ke 2 entitas guna memperkuat Usaha dan Mendorong Pembuatan kapabilitas. Ke Di Yang Sama, Yang Berhubungan Bersama streamlining Lewat skema likuidasi, terdapat 6 entitas TelkomGroup yang telah mencapai tahapan pembubaran yang ditetapkan, sebagai Pada Bersama optimalisasi portofolio Usaha. Langkah tersebut dilakukan berdasarkan evaluasi menyeluruh Pada relevansi Usaha, Kegiatan operasional, serta kontribusi masing-masing entitas Pada strategi jangka panjang dan penciptaan nilai secara grup.
Lebih Jelas, Seno menambahkan, streamlining bukan sekadar pengurangan jumlah anak usaha, melainkan langkah Untuk membangun portofolio Usaha yang lebih sehat dan bernilai.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Percepat Transformasi, Telkom Sukses Tuntaskan Restrukturisasi 10 Entitas Usaha











