Jika ada satu pekerjaan yang belakangan ini tampak begitu berat dan penuh tekanan, Bisa Jadi menjadi Instruktur Arsenal jawabannya. Bagaimana tidak, Mikel Arteta kini dihadapkan Di dua situasi besar: final Laga Champions dan Bersaing gelar Mendominasi Laga Inggris.
Ke Laga domestik, Arsenal Lagi berebut gelar Mendominasi Di Manchester City. Sambil, Ke Laga Champions, The Gunners Mutakhir saja memastikan satu tiket Ke final, menunggu Mendominasi laga PSG Vs Bayern Munich.
Ke Skuat sebesar Arsenal, tekanan datang silih berganti. Ekspektasi fans, sorotan media, sampai Keinginan hasil Ke tiap pekan bikin Bangku Manajer selalu panas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi Hingga Di Ini, Arteta terlihat tetap menghadapinya Di kepala dingin, nggak gampang goyah, dan justru berhasil membangun Regu yang makin solid, apa ya kira-kira rahasianya?
‘Waktu Damai’ Mikel Arteta
Sebagai Instruktur Regu papan atas, Arteta sadar bahwa dirinya harus menyiapkan semua Sebagai memulai hari Justru ketika ia Mutakhir membuka mata. Baik itu menu Pelatihan, evaluasi Di hari kemarin, hingga Wacana Di depannya.
Akan Tetapi, ada satu hal Memikat Di Arteta yang selalu ia lakukan Sebagai menjaga Kesejajaran mentalnya Ke Di tekanan bertubi-tubi, yakni menepi sejenak Di hiruk pikuk.
“Saya tiba Ke sini (markas Pelatihan Arsenal) pukul 8 pagi dan Lalu saya butuh waktu Damai Di satu jam. Ke Di Kendaraan Pribadi, saya sudah memikirkan hal-hal yang harus saya lakukan hari ini, hal-hal yang telah saya rencanakan, bagaimana minggu saya Akansegera berjalan,” kata Arteta Di sebuah wawancara Di Skuat, dikutip Rabu (6/5/2026).
Keluarga Sebagai Support System
Dikutip Di Tribuna, Arteta mengaku beruntung Memiliki keluarga kecilnya sebagai ‘safe zone’. Merekalah yang membantunya Sebagai tetap stabil dan sehat secara mental.
“Awalnya, ini tentang keluarga saya. Saya sangat bangga Di keluarga yang telah kami bangun, Di orang tua yang saya miliki, teman-teman yang saya miliki, dan cara saya dibesarkan. Itu memberi saya ketenangan, itu memberi saya kebebasan Lantaran saya bisa menjadi diri sendiri, dan saya merasa terlindungi. Itulah mengapa hal itu memberi saya stabilitas,” kata Arteta.
Dia beberapa kali bilang, sepakbola memang passion-nya, tapi nggak boleh sampai ngerusak kehidupan pribadi. Keluarga Karena Itu tempat paling aman buat recharge mental Setelahnya tekanan Laga.
“Ada banyak hal Di hidup kita, dan terutama Di profesi ini, yang dapat Di cepat mengubah keadaan emosional, cara berpikir, dan perasaan kita. Tetapi saya selalu kembali Ke prinsip ‘saya melakukan apa yang saya lakukan Lantaran saya mencintainya’,” kata Arteta.
“Ini adalah gairah saya. Sesuatu yang menjadi gairah saya tidak boleh membahayakan Kesejajaran, keadaan emosional, atau keluarga saya. Saya tidak Akansegera pernah membiarkan hal itu terjadi,” sambungnya.
Saksikan Live DetikSore:
Halaman 2 Di 2
(dpy/kna)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Penuh Tekanan Ke Arsenal, Ini Siasat Mikel Arteta Jaga Mental Tetap Stabil











