Jakarta –
Kabut asap yang menyelimuti Malaysia mulai mengganggu sektor Perjalanan Ke Luarnegeri. Sejumlah operator tur melaporkan penurunan pemesanan hingga pembatalan perjalanan Lantaran Standar udara memburuk.
Salah satu wisatawan yang terdampak adalah Cathy Hamilton asal Sydney, Australia. Ia mengaku kecewa Lantaran tidak bisa Membahas foto Bersama baik Di Berkunjung Ke Menara Kembar Petronas dan Merdeka 118 yang tertutup kabut asap.
“Saya mencoba Membahas foto Menara Kembar, Merdeka 118, dan pemandangan lainnya. Akan Tetapi, hasilnya tidak bagus Lantaran semuanya tertutup kabut asap,” sebutnya, seperti dilansir Bersama The Straits Times, Rabu (21/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga mengaku kesulitan bernapas akibat asap Bersama Kebakaran Liar Ke Indonesia yang menyebar Ke kawasan Asia Tenggara. Hamilton mengatakan dirinya Mungkin Saja Berencana membatalkan perjalanan jika bukan Lantaran kedua putrinya mengikuti Seri Cheerleading Asia Di akhir pekan.
Hamilton bukan satu-satunya wisatawan yang Mengkaji kembali Wacana perjalanan Ke Malaysia. Ri Malaysian Inbound Tourism Association, Mint Leong, mengatakan operator tur Merasakan pembatalan Sebagai perjalanan November dan mencatat penurunan pemesanan rombongan. Samping Itu, agen perjalanan luar negeri juga meminta informasi terbaru mengenai Standar udara Ke Malaysia.
Di Selasa kemarin, Kuala Lumpur, Singapura, dan Jakarta masuk Untuk daftar 10 kota besar Bersama polusi udara tertinggi Ke dunia berdasarkan pemantauan IQAir. Kabut asap juga membuat sekolah Ke sejumlah Area Malaysia ditutup.
Situasi itu menjadi tantangan Untuk Malaysia yang menargetkan 47 juta kunjungan wisatawan Di 2026 Melewati Promosi Politik Visit Malaysia 2026. Tourism Malaysia mencatat Bangsa itu Merasakan 28,8 juta kunjungan wisatawan mancanegara Di Januari-Agustus 2026.
Leong memperingatkan kabut asap dapat menyebabkan kerugian besar Untuk industri Perjalanan Ke Luarnegeri. “Kerugian pendapatan bisa mencapai jutaan ringgit,” kata Leong.
Di 2025, wisatawan mancanegara menghabiskan 124,8 miliar ringgit (Rp 549 triliun) Ke Malaysia, lebih tinggi dibandingkan pengeluaran wisatawan domestik sebesar 112,1 miliar ringgit (Rp 493 triliun).
Meski kabut asap mengganggu, sejumlah kawasan wisata masih ramai dikunjungi. Chinatown Ke Kuala Lumpur, misalnya, tetap didatangi wisatawan yang berburu Barang Dagangan murah Di Senin.
Tapi pedagang Kantong Ke sana, Wong Mei, menuturkan walaupun masih terdapat wisatawan yang datang, secara penjualan Wong Merasakan penurunan.
“Untuk dua minggu terakhir, lebih sedikit orang yang datang,” katanya, merujuk Di dampak kabut asap.
Berbeda Bersama Hamilton, wisatawan asal Inggris, James Wheatley, mengaku tetap melanjutkan perjalanannya. Ia tiba Ke Malaysia sehari Sebelumnya diwawancarai dan berencana tinggal hingga 27 Oktober.
“Kabut asapnya tidak terlalu buruk dan kami menyesuaikan diri Bersama Situasi ini. Kalau kami tahu Sebelumnya Itu, kami Berencana menunda perjalanan tapi apa boleh buat sekarang kami sudah berada Ke sini,” jelas Wheatley.
(upd/ddn)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Kabut Asap Mulai Ganggu Perjalanan Ke Luarnegeri Malaysia, Turis Mulai Batalkan Perjalanan











