Wisata  

Gandrung Sewu Tak Sekadar Perayaan Seni, Sektor Ekonomi Ikut Bergerak

Jakarta –

Gandrung Sewu 2026 diharapkan tidak hanya Menarik Perhatian wisatawan Bagi Merasakan pertunjukan tari kolosal dan Perayaan Seni saja.

Event tersebut diharapkan dapat menggerakkan perekonomian Komunitas Banyuwangi. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggandeng InJourney Bagi memperluas promosi Perayaan Seni Kearifan Lokal Dunia tersebut sekaligus Mendorong manfaat Wisata Internasional Bagi warga.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani mengatakan penyelenggaraan Gandrung Sewu merupakan Dibagian Didalam upaya Menyusun Wisata Internasional yang Menyediakan dampak nyata Bagi Komunitas.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kami berharap event Gandrung Sewu ini tidak hanya Menampilkan orang datang Merasakan Gandrung Sewu, tetapi juga ada dampak yang nyata Ke Di Komunitas kami,” ujar Ipuk Untuk konferensi pers Gandrung Sewu kolaborasi InJourney dan Pemkab Banyuwangi Ke Panggung Kearifan Lokal Dunia TMII Jakarta, Rabu (14/10/2026).

“Mengupayakan bagaimana pelaku Dan Menengah kami fasilitasi, lalu juga ekonomi-ekonomi Komunitas bisa tumbuh, dan sektor jasa juga terdampak Untuk kegiatan ini. Kami berharap Gandrung Sewu ini tidak hanya membuat orang hadir datang Bagi Merasakan tarian kolosal, Tetapi juga bagaimana ekonomi kami bergerak,” imbuhnya.

Ipuk berharap kehadiran wisatawan dapat membuka Kemungkinan Bagi pelaku usaha lokal. Pergerakan pengunjung Berpeluang Menyediakan manfaat Untuk berbagai sektor pendukung perjalanan, mulai Minuman hingga jasa wisata. Perayaan Seni Kearifan Lokal Dunia bisa menjadi alasan wisatawan Bagi menyusun perjalanan yang lebih panjang.

Selain Merasakan Gandrung Sewu, pengunjung dapat merencanakan kunjungan Di destinasi lain Ke Banyuwangi. Kolaborasi Didalam InJourney diharapkan memeperluas jangkauan Perayaan Seni Gandrung Sewu.

Didalam Lebihterus dikenalnya Perayaan Seni ini, Banyuwangi berpeluang Menarik Perhatian perhatian wisatawan nusantara hingga mancanegara yang ingin menikmati Pengalaman Hidup wisata berbasis Kearifan Lokal Dunia.

Untuk kesempatan yang sama, Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman menilai Pembuatan Wisata Internasional membutuhkan kerja sama berbagai pihak yang tidak hanya ditentukan perjalanan Di destinasi, tetapi juga Dari atraksi, pelayanan, akomodasi, hingga berbagai fasilitas pendukung Di berada Ke Daerah wisata.

“InJourney melihat Wisata Internasional sebagai sebuah ekosistem yang perlu dikembangkan secara terintegrasi. Sukses Wisata Internasional tidak hanya diukur Didalam jumlah wisatawan yang datang, tetapi juga Didalam berapa lama mereka tinggal, Karya yang mereka lakukan, serta seberapa besar manfaat ekonomi yang dirasakan Komunitas setempat. Melewati kolaborasi ini, kami ingin menghubungkan seluruh potensi tersebut agar Menyediakan nilai tambah yang lebih besar Bagi Daerah,” ujar Herdy.

Sebab itu, penyelenggaraan Perayaan Seni perlu perjalan seiring Didalam kesiapan pelaku usaha dan layanan wisata setempat. Wisatawan yang datang Bagi menikmati pertunjukan dapat menikmati Minuman, produk lokal, serta berbagai Pengalaman Hidup wisata lainnya.

Disekitar 1.300 penari Gandrung Sewu dijadwalkan berlangsung Ke 24 Oktober 2026 Ke Pantai Boom Marina Banyuwangi. Perayaan Seni ini bukan sekadar tarian, tetapi diharapkan menjadi penggerak ekonomi Komunitas setempat.

Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Gandrung Sewu Tak Sekadar Perayaan Seni, Sektor Ekonomi Ikut Bergerak