Pernahkah memperhatikan warna urine Di buang air kecil? Meski sering Disorot sepele, perubahan warna urine dapat menjadi petunjuk Situasi hidrasi tubuh sekaligus tanda awal adanya gangguan Ke ginjal.
Secara Keseluruhan, urine yang sehat berwarna kuning jernih hingga kuning pucat. Tetapi, jika warnanya terus-menerus berubah menjadi merah, cokelat pekat seperti teh, atau tampak sangat keruh dan berbusa, Situasi tersebut patut diwaspadai.
Perubahan warna urine yang menetap bisa menjadi salah satu tanda fungsi penyaringan ginjal mulai terganggu. Berikut panduan mengenali arti warna urine menurut para pakar urologi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Berwarna Cokelat Tua hingga Kehitaman (Tanda-Tanda Ginjal dan Hati)
Urine berwarna cokelat menandakan dehidrasi parah yang biasanya dibarengi Bersama Tanda-Tanda mulut kering dan tubuh lemas. Tetapi, jika warna cokelat tidak membaik Setelahnya mengonsumsi air, sebaiknya segera Hingga Ahli Kepuasan.
“Urine cokelat dapat mengindikasikan adanya darah lama Bersama suatu tempat Hingga saluran kemih,” papar Michael Whalen, MD, kepala onkologi urologi Hingga George Washington University School of Medicine and Health Sciences.
Dikutip Bersama EverydayHealth, Situasi urine pekat seperti teh ini sering kali merujuk Ke gangguan porfiria, Penyakit Menyebar berat, hingga tanda penurunan fungsi ginjal akut.
2. Berbusa (Kebocoran Protein Ginjal)
Selain warna, tekstur urine yang berubah menjadi sangat berbusa adalah lampu merah Untuk Kesejaganan ginjal. Kepala urologi Hingga Tufts Medical Center, Jairam Eswara, MD, mengatakan urine yang berbusa bisa mengindikasikan adanya protein Di urine.
Situasi yang dikenal sebagai proteinuria itu terjadi akibat rusaknya ‘saringan’ Ke ginjal, Supaya protein yang seharusnya tetap berada Hingga Di darah justru bocor dan keluar bersama urine. Tanda-Tanda ini paling sering ditemukan Ke pasien diabetes dan hipertensi yang ginjalnya mulai terdampak.
3. Berwarna Merah Muda atau Merah (Kencing Darah)
Urine berwarna merah muda atau merah terang bisa dipicu Dari Minuman seperti bit. Meski begitu, jika terjadi tanpa sebab, warna merah mengindikasikan adanya sel darah Di urine atau hematuria.
Darah ini bisa menjadi Tanda-Tanda Bersama Penyakit Menyebar saluran kemih (ISK), batu ginjal, kista, hingga tumor ganas Ke ginjal atau kandung kemih.
4. Berwarna Jernih Tanpa Warna (Kelebihan Hidrasi)
Urine yang bening seperti air putih tidak selalu menjadi tanda yang baik. Situasi ini kerap menjadi sinyal seseorang Merasakan kelebihan hidrasi atau overhydration.
Jika urine selalu jernih padahal tidak minum banyak air, Dr Whalen mengingatkan bahwa hal itu bisa menjadi pertanda adanya masalah diabetes atau penurunan fungsi sekresi Ke ginjal.
5. Berwarna Kuning Pucat atau Transparan (Situasi Normal)
Ini adalah warna urine yang paling ideal. Menurut Dr Eswara, warna kuning pucat menandakan tubuh terhidrasi Bersama sangat baik dan seluruh sistem kemih, termasuk ginjal, berfungsi secara optimal.
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Jangan Diabaikan, Warna Urine Seperti Ini Bisa Karena Itu Tanda Ginjal Rusak











