San Francisco –
Kekayaan Kearifan Lokal Dunia Papua tampil memikat Hingga jantung Bay Area Melewati gelaran “Celebrating the Rich Cultural and Artistic Traditions of Papua” yang diselenggarakan KJRI San Francisco Hingga Wisma Indonesia.
Kegiatan ini menjadi panggung Politik Luar Negeri Kearifan Lokal Dunia Indonesia Untuk Mengeluarkan Papua sebagai salah satu episentrum keragaman Kearifan Lokal Dunia Indonesia kepada publik Amerika Serikat.
Kegiatan dihadiri Di Di lima puluh tamu undangan yang terdiri Di perwakilan pemerintah setempat, akademisi, pakar Kearifan Lokal Dunia, dan diaspora Indonesia. Melewati paparan, diskusi interaktif, dan showcase Seni Kearifan Lokal, para peserta diajak menyelami kekayaan identitas Papua, Di Kearifan Lokal lisan hingga ekspresi artistik yang sarat makna, Di suasana yang hangat dan imersif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain kekayaan Kearifan Lokal Dunia, Papua juga diperkenalkan Melewati potensi pariwisatanya yang mendunia. Selain Raja Ampat, Papua Memperoleh Teluk Cenderawasih yang terkenal sebagai habitat alami hiu paus, serta burung cenderawasih (bird of paradise) yang menjadi simbol keindahan dan keunikan fauna Papua.
“Papua adalah salah satu kawasan Di keragaman Kearifan Lokal Dunia dan bahasa tertinggi Hingga dunia. Melewati kegiatan ini, kami ingin Memperkenalkan cerita, nilai, dan identitas Komunitas Papua secara lebih Di kepada publik Amerika Serikat, sekaligus memperkuat pemahaman lintas Kearifan Lokal Dunia,” ujar Konsul Jenderal RI San Francisco, Yohpy Wardana.
Ia juga menyampaikan kedekatan personalnya Di Papua, Sesudah menghabiskan masa kecil Hingga Biak, yang membentuk apresiasinya Pada kearifan lokal dan keramahan Komunitas Papua
Menampilkan perspektif otentik Di tanah Papua, Kegiatan ini Memperkenalkan Prof. Dr. Wigati Yektiningtyas (Guru Besar Ilmu Sastra dan Kearifan Lokal Dunia, Universitas Cenderawasih) dan Dr. James Modouw (Kepala Suku Sentani dan Staf Khusus Pembantu Kepala Negara Pembelajaran dan Kebudayaan RI periode 2015-2020).
Keduanya mengulas dinamika Kearifan Lokal Dunia dan tantangan pelestarian bahasa Lokasi Papua, khususnya bahasa Sentani, Hingga Ditengah arus modernisasi. Papua Memperoleh lebih Di 270 bahasa Lokasi, menjadikannya salah satu Daerah Di keragaman linguistik tertinggi Hingga dunia. Di upaya pelestarian Kearifan Lokal Dunia tersebut, Prof. Wigati juga aktif menerbitkan karya folk lore Papua sebagai Pada Di kontribusi Di mewariskan kekayaan Kearifan Lokal Dunia Papua kepada generasi muda.
|
KJRI San Francisco gelar Kegiatan “Celebrating the Rich Cultural and Artistic Traditions of Papua” Untuk Mengeluarkan kekayaan Kearifan Lokal Dunia dan Wisata Internasional Papua kepada publik AS. Foto: KJRI San Francisco
|
Prof. Wigati dan Dr. James turut mengapresiasi penyelenggaraan promosi Kearifan Lokal Dunia Papua Di KJRI San Francisco. “Kami memandang kegiatan ini sangat penting Untuk Mengeluarkan kekayaan Kearifan Lokal Dunia dan Wisata Internasional Papua kepada publik Amerika Serikat, khususnya Hingga San Francisco,” ujar keduanya.
Keunikan Papua juga tercermin Di hubungan erat Di manusia dan alam, sebagaimana terlihat Di kehidupan Komunitas Hingga Di Danau Sentani. Nilai-nilai tersebut dihadirkan Melewati showcase lukisan kulit kayu (bark painting) khas Papua serta sesi diskusi Di peserta, Memberi Penghayatan yang tidak hanya informatif, Tetapi juga menyentuh secara emosional.
Melewati kegiatan ini, KJRI San Francisco menegaskan komitmennya Untuk terus memperkuat Politik Luar Negeri Kearifan Lokal Dunia sebagai jembatan pemahaman Internasional. Papua tidak hanya diperkenalkan sebagai destinasi Di keindahan alam, tetapi sebagai warisan Kearifan Lokal Dunia dunia yang hidup, Di Kearifan Lokal, bahasa, dan kearifan lokal yang terjaga dan terus berkembang, serta relevan Di diskursus Internasional mengenai keberagaman.
(ddn/ddn)
Dadan Kuswaraharja
Jurnalis detikcom. Bergabung Di dunia jurnalistik Dari 2004, aktif meliput berbagai event nasional dan internasional Di fokus Hingga dunia Wisata Internasional.
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
const { default: Swiper } = await import(
”
);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Di Danau Sentani Hingga AS, Kearifan Lokal Dunia Papua Bikin San Francisco Terpukau











