Pangandaran tak cuma soal pantai. Ada Karya Seni tradisional tari Ronggeng Gunung yang ternyata menyimpan kisah tentang balas dendam. Bagaimana ceritanya?
Tari Ronggeng Gunung Bersama Pangandaran Merasakan perkembangan dan transformasi yang berbeda Bersama masa Hingga masa. Situasi ini sangat dipengaruhi Dari faktor regenerasi Bersama para pelakunya.
Ke awal perkembangannya, Karya Seni tari ini Memiliki tiga sebutan, Ke antaranya Ronggeng Gunung, Ronggeng Kaler, dan Ronggeng Amen atau Kidul. Kendati demikian, perubahan nama tersebut tidak mengubah esensi dasar Bersama tarian Ronggeng Gunung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ke pesisir Pangandaran, persebaran Ronggeng Gunung semula terkonsentrasi Ke Area Kecamatan Langkaplancar, Mangunjaya, Padaherang, Pangandaran, dan Sidamulih. Cerita menegangkan Ke balik tari Ronggeng Gunung ini ternyata berasal Bersama sebuah misi penyamaran.
Mengutip Literatur karya Prof. Dr. Nina Herlina Lubis yang berjudul Pangandaran Bersama Masa Hingga Masa, Ronggeng Gunung direpresentasikan sebagai Karya Seni yang lahir Bersama Lokasi pegunungan.
Di format pertunjukan lama, Ronggeng Gunung dimainkan Dari dua penari Bersama iringan gamelan lengkap. Pertunjukan ini juga diperkaya Bersama lagu-lagu kliningan Ke setiap ritme musiknya.
Dahulu, nama lain Bersama tarian ini adalah Ronggeng Kaler, yang biasanya dikhususkan Sebagai perhelatan pernikahan dan khitanan, bukan sebagai Dibagian Bersama sebuah ritual.
Seiring berjalannya waktu, muncul pula sebutan Ronggeng Amen, yang merupakan Pembaruan Bersama Ronggeng Gunung. Ke awalnya, pertunjukan ini disebut Ronggeng Ngamen, Tetapi lama-kelamaan lebih dikenal Bersama nama Ronggeng Amen.
Ronggeng Amen lebih banyak melibatkan penonton Sebagai menari bersama. Samping Itu, lagu yang dibawakan pun lebih variatif, seperti perpaduan Bersama lagu dangdut atau kliningan Sebagai Menarik Perhatian minat khalayak luas.
Sejarah Tari Ronggeng Gunung
Kepala Bidang Kebiasaan Global Ke Dinas Wisata Internasional dan Kebudayaan (Disparbud) Pangandaran, Sugeng, menyebutkan bahwa sejarah asal-usul tarian Ronggeng Gunung Memiliki banyak versi. Salah satu versi awal menceritakan tentang Dewi Siti Samboja, putri Hingga-38 Prabu Siliwangi.
“Dewi Siti Samboja ini suaminya bernama Anggalarang. Konon beliau terbunuh Dari Kalasamudera seorang pemimpin bajak laut,” ucap Sugeng, Rabu (17/6).
Sugeng menceritakan, Dewi Siti menyimpan dendam atas kematian suaminya. Ia Setelahnya Itu merencanakan pembalasan Di para Bajo Bersama cara Mengadakan pertunjukan tari Sebagai memancing perhatian mereka.
|
Tarian Ronggeng Gunung Pangandaran Foto: Aldi Nur Fadillah
|
Bukan tanpa alasan, Di cerita tersebut sang ayah juga Menyediakan wangsit kepada Dewi Siti Samboja. Wangsit itu berupa petunjuk dan arahan Sebagai menumpas para Bajo.
“Ceritanya seperti itu misi membunuh para bajo Lantaran balas dendam atas kematian suaminya,” ucap dia.
Untuk memuluskan misi mengelabui Bajo, sang Dewi menyamar menjadi Nini Bogem, seorang penari.
“Sebelum Pada itulah dia belajar bela diri dan lahirnya tari ronggeng,” katanya.
Menurut Sugeng, tarian Ronggeng Gunung kini telah diakui sebagai Karya Seni asli Lokasi Pangandaran yang selalu dinantikan baik Di Kegiatan hajatan Lokasi maupun Kegiatan pribadi warga.
Meski mulai jarang terlihat Di pagelaran Karya Seni Lokasi. Tetapi, tarian tersebut tetap populer Ke kalangan Komunitas Pangandaran Lantaran Memiliki nilai Kebiasaan Global Bersama akar sejarah yang panjang.
Ada makna mendalam yang terkandung Di tari Ronggeng Gunung, terutama Pada dibawakan secara melingkar Dari banyak penari.
“Sarendeuk saigel sabobot sapihanean, artinya setiap gerakan harus se irama, selalu bersama-sama tak pernah bertengkar Lantaran berbeda pendapat, rukun dan saling menghargai,” ucap Budayawan Pangandaran, Erik Krisna Yudha.
——–
Artikel ini telah naik Ke detikJabar.
Halaman 2 Bersama 2
Simak Video “Tantang Diri Melompat Bersama Batu Tinggi Ke Pangandaran“
(wsw/wsw)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Aroma Balas Dendam Istri Ke Balik Magis Ronggeng Gunung Pangandaran











