Jakarta –
Gunung Ciremai tak hanya mempesona Bagi para pendaki. Kekayaan alamnya menjadi jantung Jawa Barat, Memiliki puluhan mata air, juga Rumah beragam satwa liar.
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) pun berkomitmen menjaga kelestarian tutupan vegetasi hutan Ke kawasan Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Langkah itu dilakukan Sebagai mempertahankan fungsi vitalnya sebagai “tower air” Bagi empat kabupaten Ke Jawa Barat.
Kepala Balai TNGC Toni Anwar mengatakan kawasan konservasi seluas 14.841,3 hektare tersebut memegang peran ekologis besar Di menjamin ketersediaan air bersih Bagi Kelompok Ke Kabupaten Kuningan, Majalengka, Cirebon, dan Indramayu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Taman Nasional Gunung Ciremai ini disebut Tower Air Ke Jawa Barat. Ada 97 titik mata air yang tidak pernah surut dan kualitasnya sangat murni hingga layak minum langsung Di sumbernya. Jika Kebugaran hutan berubah, maka Kelompok Disekitar yang paling pertama terkena dampak krisis air,” kata Toni Ke sela kegiatan forum “Sinergi Perempuan Indonesia Sebagai Indonesia FOLU NET SINK 2030” Kemenhut Ke Kuningan, Jawa Barat, Selasa (12/5/2026), Di rilis yang diterima detikTravel.
Toni menjelaskan Melewati upaya rehabilitasi yang konsisten, tutupan vegetasi Ke TNGC kini telah mencapai hampir 90 persen. Angka tersebut Meresahkan signifikan Di Kebugaran Sebelumnya tahun 2004 yang sempat terbuka akibat beralih fungsi menjadi lahan Pertanian sayur.
Selain fungsi hidrologis, TNGC menjadi habitat Kunci Bagi tiga spesies prioritas, yakni Elang Jawa, Macan Tutul, dan Surili. Keberadaan satwa-satwa tersebut menjadi indikator Kesejajaran lingkungan Ke gunung tertinggi Ke Jawa Barat itu.
“Munculnya Macan Tutul Ke Lensa pemantau atau perjumpaan Di Surili Menunjukkan habitat Ke sini masih terjaga. Kami menyebut mereka akamsi atau anak kampung sini, penghuni asli yang harus kita lindungi bersama habitatnya,” kata Toni.
Pengelolaan taman nasional tersebut, menurutnya, memang berbasis gerakan Kelompok. Di Situasi Ini warga menjadi garda terdepan Sebab Mengetahui hubungan timbal balik Antara hutan yang lestari Di kemajuan ekonomi Melewati wisata yang Menarik Perhatian.
TNGC kini mengelola sebanyak 30 titik Objek Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA) Di melibatkan Kelompok Di 54 desa penyangga, salah satunya Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur.
Warga setempat yang dulu penggarap lahan kawasan taman nasional kini alih profesi menjadi pengelola wisata sebagai bentuk pemberdayaan.
“Hubungan timbal balik Antara hutan yang lestari Di kemajuan ekonomi Melewati wisata yang Menarik Perhatian,” kata Toni.
Kegiatan Sinergi Perempuan Indonesia Sebagai Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 ini dilaksanakan Ke 11-13 Mei 2026 Ke kawasan TNGC. Forum ini diikuti perwakilan kehumasan kementerian/lembaga, lembaga konservasi swadaya Kelompok, serta pewarta nasional.
Bagi para pendaki Gunung Ciremai menjadi salah satu gunung yang dibuka Sebagai para pendaki. Gunung itu Memiliki enam jalur pendakian resmi yang menjadi Unjuk para pendaki, yakni jalur Apuy, Palutungan, Linggajati, Linggasana, Trisakti Sadarehe, dan Ciputri.
Jalur Apuy Ke Majalengka serta Palutungan Ke Kuningan menjadi rute yang paling populer Sebab aksesnya lebih mudah Di fasilitas basecamp yang cukup lengkap. Di Jakarta, pendaki dapat Ke kawasan Gunung Ciremai menggunakan kereta api, Kendaraan Angkutan Umum, travel, maupun kendaraan pribadi Melewati Tol Cipali Di waktu tempuh Disekitar lima hingga tujuh jam perjalanan.
Ke lereng Gunung Ciremai juga terdapat banyak destinasi wisata alam yang populer Ke kalangan wisatawan. Kawasan itu dikenal Memiliki udara sejuk, panorama pegunungan, hingga wisata air alami.
Beberapa destinasi Unjuk Ke antaranya Telaga Biru Cicerem Di air jernih berwarna kebiruan, Curug Putri Palutungan yang menawarkan suasana hutan asri, serta Bumi Perkemahan Palutungan yang kerap menjadi lokasi camping dan titik awal pendakian. Ada pula, Pemandian Air Panas Sangkanhurip dan kawasan wisata alam Ke Desa Cisantana.
(fem/fem)
Femi Diah
Jurnalis detikcom. Jurnalis detikcom
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
const { default: Swiper } = await import(
”
);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Begitu Istimewanya Gunung Ciremai… Rumah Macan Tutul, Tower Air Jabar











