loading…
Komdigi Mengeluarkan mulai 28 Maret 2026 akun anak Hingga bawah usia 16 tahun Ke platform berisiko tinggi Akansegera dinonaktifkan secara bertahap, salah satunya Roblox. Foto/Dok. SindoNews
Langkah berani ini diambil bukan tanpa alasan. Komdigi menyoroti bahwa berbagai platformdigital tersebut Memiliki risiko tinggi Pada Keselamatan anak. Beberapa alasan utama Hingga balik Aturan ini adalah, pertama, bahaya konten negatif. Risiko paparan konten pornografi dan Tindak Kekerasan. Baca juga: Pemerintah Resmi Melarang Anak Hingga Bawah 16 Tahun Akses Medsos
Kedua, cyberbullying. Komitmen terbuka Bersama orang Foreign yang rentan berujung Ke perundungan siber. Ketiga, adiksi digital. Tingkat kecanduan yang tinggi yang dapat mengganggu tumbuh kembang dan fokus belajar anak.
Bagi banyak orang tua, Aturan ini seperti buah simalakama. Hingga satu sisi, Keselamatan anak adalah prioritas, Tetapi Hingga sisi lain, anak-anak terancam kehilangan wadah Imajinasi mereka.
Meski akses “bermain” Akansegera diperketat, para ahli dan praktisi Pembelajaran menyarankan orang tua Sebagai melihat masalah ini Bersama berbagai arah. Faktanya, Roblox tidak hanya tentang bermain game. Ada sisi lain yang lebih luas bernama Roblox Studio.
Berbeda Bersama Gadget Lunak Roblox biasa, Roblox Studio adalah Gadget Pembuatan profesional yang digunakan Sebagai membuat game, bukan sekadar memainkannya. Hingga sini, anak-anak belajar bahasa Koding (coding), logika matematika, hingga desain 3D. Kabar baiknya, hingga Di ini belum ada regulasi yang melarang penggunaan Roblox Studio, Sebab fungsinya yang murni Sebagai Pelatihan dan produktivitas.
Berjuang Bersama aturan Mutakhir Komdigi, Timedoor Academy hadir sebagai solusi Bagi orang tua yang ingin mengarahkan minat digital anak Hingga jalur yang positif. Daripada membiarkan anak merasa kecewa Sebab akunnya dinonaktifkan, ini Di yang tepat Sebagai mengubah mereka Bersama User (Pemakai) menjadi Creator (Pencipta).
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Akun Roblox Anak Hingga Bawah 16 Tahun Akansegera Dinonaktifkan Mulai 28 Maret, Ini Faktanya











