Jakarta –
Sebelumnya menjadi kompleks Monumen Pancasila Sakti, kawasan Lubang Buaya dulunya dihuni 13 Rumah penduduk yang dikelilingi kebun karet. Setelahnya monumen berdiri, kompleks ini hanya menyisakan tiga Rumah yang menjadi saksi bisu peristiwa G30S/PKI.
Di dijumpai detikTravel beberapa waktu lalu Mayor Marinir Masnen sebagai Kasubsi Koleksi Monumen Pancasila Sakti, mengungkapkan jumlah Rumah Ke Lubang Buaya Sebelumnya menjadi kompleks monumen adalah 13 bangunan.
“Sebelumnya dibangunnya monumen, itu areanya kan hanya 5 hektare. Lalu, Ke dalamnya ada 13 Rumah penduduk, otomatis dihuni Dari 13 kepala keluarga. Setelahnya terjadinya Gerakan 30 September, terus Lalu dibangunlah sebuah monumen, maka 10 Rumah dirobohkan atau dihilangkan Sebagai kepentingan monumen,” kata Mayor Marinir Masnen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masnen mengatakan jumlah Rumah yang tersisa Ke kawasan Lubang Buaya hanya tiga Rumah. Bangunan yang masih bisa disaksikan traveler Ke Lubang Buaya meliputi Rumah penyiksaan, Rumah pos komando, dan Rumah dapur umum.
“Yang disisakan hanya 3 Rumah, Rumah penyiksaan, Rumah pos komando, dan Rumah dapur umum, Sebab tiga Rumah inilah yang Di itu digunakan Dari Gerakan 30 September,” tambah dia.
Tiga bangunan itu dipertahankan sebagai bukti sejarah peristiwa 1965. Peristiwa tersebut dikenal sebagai Gerakan G30S/PKI. Waktu itu, tiga Rumah yang ada sampai sekarang Memiliki fungsi berbeda-beda.
Rumah Penyiksaan
Sebelumnya terjadi pemberontakan G30S/PKI, Rumah ini dulunya digunakan sebagai tempat belajar Sekolah Rakyat (sekarang Sekolah Dasar). Rumah penyiksaan ini digunakan Sebagai menawan dan menyiksa para perwira TNI AD yang diculik Di keadaan masih hidup.
Sejumlah perwira TNI AD yang menjadi target PKI, termasuk Letjen Ahmad Yani, Mayjen R Soeprapto, Mayjen MT Haryono, Mayjen S Parman, Brigjen Sutoyo Siswomiharjo, Brigjen Ke Pandjaitan, dan Lettu Pierre Tendean, diculik dan dibawa Ke Rumah ini. Perwira TNI AD yang diculik Merasakan siksaan yang mengerikan.
Siksaan itu dilakukan Bersama tujuan Sebagai memperoleh informasi yang diinginkan. Rumah penyiksaan menjadi saksi bisu kekejaman PKI Ke masa itu.
Rumah Pos Komando
Bangunan Pos Komando masih sama seperti aslinya. Ketika memasuki Rumah ini, suasana masa lalu masih terasa. Koleksi Barang Dagangan asli seperti 3 lampu petromaks, mesin jahit, dan lemari kaca menyiratkan suasana kelam Ke masa lampau.
Ke 30 September 1965, Rumah ini dijadikan sebagai markas komando Untuk gerombolan PKI yang merencanakan penculikan para perwira Angkatan Darat (AD). Rumah Pos Komando menjadi bukti yang terabadikan Ke Monumen Pancasila Sakti.
Rumah Dapur Umum
Ke 1 Oktober 1965, Rumah dapur umum digunakan sebagai dapur umum Untuk anggota pasukan pemberontak G30S/PKI. Sejumlah Barang Dagangan asli masih disimpan seperti Tatakan, Bangku, almari, tempat tidur, wajan, dan dandang.
Tempat bersejarah ini berada Ke Monumen Pancasila Sakti, Jl. Lubang Buaya, Kelurahan Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur. Ke sini juga terdapat Sumur Maut Lubang Buaya yang menjadi tempat pembuangan sejumlah jenazah perwira TNI Angkatan Darat (AD).
Kawasan Lubang Buaya yang sebagian masih mempertahankan jejak masa lalu bisa dilihat traveler Sebagai mengenang sejarah kelam ini.
Artikel ini menjadi artikel terpopuler, Rabu (30/9/2026). Baca juga artikel populer lainnya Ke bawah ini:
(ddn/ddn)
Regu detikTravel
Jurnalis detikcom. Regu detikTravel berbagi inspirasi perjalanan, panduan destinasi, dan Pengalaman Hidup wisata yang dikemas informatif serta autentik.
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Sejarah Rumah Ke Kawasan Lubang Buaya











