Banyak orang yang mengawali hari Bersama menyeruput secangkir Minuman. Minuman ini tak hanya Menyediakan manfaat Sebagai Kesejajaran. Ada fakta Memikat Ke balik Minuman dan kaitannya Bersama bakteri Untuk usus.
Sebuah Studi yang dipublikasikan Ke Nature Menginformasikan, Untuk hasil pengamatan Di puluhan ribu sampel tinja, peminum Minuman lebih cenderung membawa kadar bakteri tertentu yang lebih tinggi. Uji laboratorium Menunjukkan bahwa Minuman bisa membantu pertumbuhannya.
Para peneliti Membahas data Pola Makan terperinci Untuk 22.867 orang Ke Amerika Serikat dan Britania Raya, Sesudah Itu membandingkan hasilnya Bersama kumpulan data mikobioma publik yang berjumlah 54.198 sampel. Hubungan Di konsumsi Minuman dan perubahan mikrobioma usus terus muncul berulang Ke berbagai kelompok Studi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Temuan paling menonjol adalah bakteri usus Lawsonibacter asaccharolyticus, yang pertama kali diisolasi Ke 2018. Ke sejumlah kelompok Studi, jumlah bakteri ini tercatat Di 4,5 hingga 8 kali lebih tinggi Ke orang yang rutin minum Minuman Untuk jumlah banyak, dibandingkan Bersama mereka yang tidak minum Minuman sama sekali. Bakteri ini juga ditemukan lebih banyak Ke peminum Minuman Untuk jumlah Lagi.
Menariknya, pola ini bukan hanya dipicu Bersama kafein. Pada Regu melihat asupan Minuman tanpa kafein Ke suatu subkelompok, bakteri yang sama masih terdeteksi bersama Minuman. Hal ini Menunjukkan kemungkinan senyawa Minuman lainnya Mungkin Saja terlibat.
Untuk laboratorium, Regu peneliti menumbuhkan bakteri Lawsonibacter asaccharolyticus Bersama menambahkan Minuman Ke Untuk makanannya. Hasilnya, bakteri tersebut cenderung tumbuh lebih baik Ke beberapa konsentrasi Minuman, termasuk Ke Minuman tanpa kafein.
Sebagai menghubungkan hal ini Bersama aspek kimia, para peneliti meneliti sampel darah Untuk kelompok peserta yang lebih kecil dan mencari metabolit, yaitu molekul kecil yang terbentuk Pada tubuh dan mikroba memproses Konsumsi. Hasilnya, ditemukan salah satu senyawa, yaitu asam quinic yang Memperoleh hubungan kuat Bersama konsumsi Minuman maupun keberadaan bakteri Lawsonibacter asaccharolyticus.
Studi ini sejalan Bersama eksperimen yang Menunjukkan bahwa senyawa Untuk Minuman bisa diubah Bersama mikrobioma usus, Supaya memengaruhi jenis bakteri yang berkembang.
Meski begitu, hasil studi ini bukan berarti Minuman bisa Disorot sebagai Perawatan. Studi hanya Menunjukkan adanya kaitan Di Minuman, bakteri Lawsonibacter asaccharolyticus, dan senyawa kimia Untuk darah.
Belum ada bukti apakah Memperbaiki jumlah bakteri tersebut bisa memperbaiki Kesejajaran atau mulai minum Minuman apakah Berencana memberi manfaat Untuk orang yang Sebelumnya menghindari minuman ini.
Tetapi, Untuk banyak orang Studi ini memberi sudut pandang Mutakhir tentang kebiasaan minum Minuman setiap pagi, yang bukan hanya Sebagai mengusir kantuk, tapi juga memengaruhi Kebugaran tubuh Untuk Untuk.
Halaman 2 Untuk 2
Simak Video “ Mitos atau Fakta: Kalsium Susu Tak Maksimal Sebab Minuman“
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Minum Minuman Setiap Hari? Ilmuwan Ungkap Kaitannya Bersama Ekosistem Mikroba Ke Usus











