Pada puluhan tahun, banyak wanita merasa bingung Pada didiagnosis Polycystic Ovary Syndrome (PCOS). Pasalnya, Pada dilakukan USG, ovarium mereka seringkali terlihat “bersih” tanpa adanya kista besar. Kebingungan ini akhirnya terjawab Melewati keputusan besar dunia medis yang resmi mengubah nama PCOS menjadi Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome (PMOS).
Perubahan nama ini bertujuan menghapus mitos dan stigma yang Pada ini menghantui pasien. Pasien seringkali mengira mereka Memperoleh kista besar yang harus dioperasi, padahal kenyataannya tidak selalu demikian.
Dr Alla Vash-Margita Bersama Yale School of Medicine menyebutkan bahwa Bersama menyebut Kebugaran ini sebagai “kista ovarium”, kita sebenarnya Lagi kehilangan gambaran besarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Ada banyak stigma dan mitos Yang Berhubungan Bersama nama ini. Orang-orang mengira mereka Memperoleh kista besar, padahal tidak,” ujarnya kepada CNN.
Senada Bersama hal tersebut, dr Muhammad Fadli, SpOG menjelaskan bahwa penampakan Di USG Di pasien PCOS bisa Karena Itu hanyalah kumpulan sel telur (folikel) kecil yang gagal matang.
“Orang awam bilang polycystic, harusnya ada kista banyak dong? Padahal itu bukan kista. Kalau kista kan cairannya besar-besar. Ini folikel-folikel kecil yang tidak bisa berkembang Sebab masalah Hingga hormon dan kelenjarnya,” tegas dr Fadli kepada detikcom.
Bukan Sekadar Masalah Reproduksi
Sejarah mencatat bahwa Di awalnya Kebugaran ini Dikatakan murni masalah reproduksi Sebab adanya peningkatan hormon pria yang menyebabkan haid tidak teratur. Akan Tetapi, Dr Andrea Dunaif Bersama Mount Sinai menjelaskan bahwa Sebelum tahun 1980-an, peneliti telah menemukan kaitan erat Kebugaran ini Bersama resistensi insulin.
Inilah alasan mengapa kata “metabolic” dan “polyendocrine” disematkan Di identitas barunya. PMOS bukan lagi Dikatakan sebagai gangguan ovarium semata, melainkan gangguan Di sistem pengirim pesan kimiawi (hormon) tubuh yang dampaknya sangat luas, mulai Bersama metabolisme hingga Kesejajaran mental.
Alasan Perubahan Nama PCOS Menjadi PMOS
Perubahan nama ini bukanlah hal yang instan. Dibutuhkan waktu 14 tahun dan kolaborasi Internasional Bersama 56 organisasi pasien dan profesional Hingga seluruh dunia Sebagai menyepakati istilah PMOS.
Tujuannya mulai Bersama Studi sampai kolaborasi multidisiplin antar ahli. Dr Christina Boots Bersama Northwestern University menyebutkan bahwa Kesejajaran wanita Pada ini kurang didanai (underfunded). Nama Mutakhir ini diharapkan bisa Memikat lebih banyak dana Studi.
Bersama diakuinya PMOS sebagai Kebugaran metabolik yang kompleks (seperti diabetes), diharapkan akses jaminan Kesejajaran atau asuransi Untuk pasien bisa lebih baik. Samping Itu Perawatan tidak lagi hanya dilakukan Dari Ahli Kebugaran kandungan (obgyn), tapi juga melibatkan ahli endokrin, ahli gizi, hingga psikolog.
Dampaknya Untuk Wanita Hingga Indonesia
Untuk pasien Hingga Indonesia, dr Fadli menyebutkan bahwa perubahan ini justru membantu agar Perawatan lebih tepat sasaran (targeted therapy). Pasien kini tidak perlu lagi terobsesi menghilangkan “kista” yang sebenarnya tidak ada, melainkan fokus Di perbaikan Life Style.
“Penyebab utamanya adalah metabolisme yang terganggu. Bisa Karena Itu ada sakit gula atau penumpukan lemak. Karena Itu 1st line therapy-nya adalah perbaikan Life Style. Jika metabolismenya diperbaiki, kelenjar Akansegera Mengintroduksi hormon yang seimbang, dan pasien bisa hamil Hingga Lalu hari,” tutup dr Fadli.
Halaman 2 Bersama 3
(kna/kna)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Fakta-fakta PCOS Ganti Nama Hingga PMOS, Karena Itu Langkah Signifikan Hingga Dunia Medis











