loading…
Gelar tersebut sekaligus membuat Leo/Daniel mengawinkan dua emas Di Asian Games 2026. Sebelumnya Itu, mereka menjadi Pada Di Regu beregu putra Indonesia yang menundukkan China 3-2 Di final. Unggul Di nomor individual juga menjadi emas ketiga Indonesia Di Asian Games 2026, Setelahnya emas pertama Di beregu putra Badminton dan emas kedua Melewati Rahmat Erwin Abdullah Di angkat besi.
Unggul Leo/Daniel juga menambah panjang daftar pebulu tangkis Indonesia yang pernah menjadi Mendominasi Asian Games. Dari Badminton pertama kali dipertandingkan Di Asian Games 1962 Di Jakarta, Indonesia telah mengoleksi sejumlah gelar Di nomor tunggal, ganda, campuran, hingga beregu. Di edisi perdana tersebut, Indonesia Malahan meraih lima Di enam emas yang tersedia.
Setelahnya era awal yang ditandai nama-nama seperti Tan Joe Hok, Minarni, Tjun Tjun/Johan Wahjudi, Liem Swie King, Christian Hadinata hingga Icuk Sugiarto, Kebiasaan emas Indonesia berlanjut Melewati generasi berikutnya. Ricky Subagja/Rexy Mainaky, Taufik Hidayat, Markis Kido/Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari, Jonatan Christie, serta Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo turut mencatatkan nama sebagai Mendominasi Asian Games.
Indonesia sempat tanpa medali Badminton Di Asian Games Hangzhou 2022. Akan Tetapi, kebangkitan Di Aichi-Nagoya 2026 membawa dua emas Di Badminton, masing-masing Melewati beregu putra dan ganda putra individual. Untuk Leo/Daniel, Prestasi ini juga menegaskan posisi mereka sebagai salah satu pasangan penting Di perjalanan Indonesia Di Asian Games 2026 Setelahnya Sebelumnya Itu turut menjadi penentu Unggul Di nomor beregu putra.
– Asian Games 1962 Jakarta — Tan Joe Hok (tunggal putra), Minarni (tunggal putri), Minarni/Retno Kustijah (ganda putri), beregu putra, dan beregu putri.
– Asian Games 1966 Bangkok — Ang Tjin Siang (tunggal putra) dan Minarni/Retno Kustijah (ganda putri).
– Asian Games 1970 Bangkok — Beregu putra.
– Asian Games 1974 Teheran — Tjun Tjun/Johan Wahjudi (ganda putra) dan Regina Masli/Christian Hadinata (ganda campuran).
– Asian Games 1978 Bangkok — Liem Swie King (tunggal putra), Christian Hadinata/Ade Chandra (ganda putra), Verawaty Fajrin/Imelda Wiguna (ganda putri), dan beregu putra.
– Asian Games 1982 New Delhi — Christian Hadinata/Icuk Sugiarto (ganda putra) dan Ivana Lie/Christian Hadinata (ganda campuran).
– Asian Games 1994 Hiroshima — Hariyanto Arbi (tunggal putra), Ricky Subagja/Rexy Mainaky (ganda putra), dan beregu putra.
– Asian Games 1998 Bangkok — Ricky Subagja/Rexy Mainaky (ganda putra) dan beregu putra.
– Asian Games 2002 Busan — Taufik Hidayat (tunggal putra).
– Asian Games 2006 Doha — Taufik Hidayat (tunggal putra).
– Asian Games 2010 Guangzhou — Markis Kido/Hendra Setiawan (ganda putra).
– Asian Games 2014 Incheon — Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (ganda putra) dan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari (ganda putri).
– Asian Games 2018 Jakarta-Palembang — Jonatan Christie (tunggal putra) dan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (ganda putra).
– Asian Games 2022 Hangzhou — Indonesia tidak meraih medali emas Di Badminton.
– Asian Games 2026 Aichi-Nagoya — Beregu putra Indonesia dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin (ganda putra).
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Merawat Kebiasaan Emas Badminton Indonesia Di Asian Games











