Sudah menjaga pola makan dan rutin Aktivitasfisik, tapi angka Ke timbangan tak kunjung bergerak? Situasi ini kerap membuat orang merasa gagal Asupan Konsumsi dan akhirnya menyerah. Padahal, berat badan yang ‘mandek’ Ke Di Langkah Asupan Konsumsi bisa Karena Itu merupakan Situasi yang normal.
Spesialis gizi dr Nathania Sheryl Sutisna, SpGK Di RS Abdi Waluyo, menjelaskan Situasi tersebut dikenal sebagai fase plateau. Fase ini umum terjadi ketika seseorang Merasakan penurunan berat badan Untuk periode tertentu, lalu mendadak berhenti meski pola makan dan Aktivitasfisik tetap dijalankan.
“Karena Itu ketika kehilangan lemak, tubuh kehilangan lemak, dia turun berat badan nih, terus abis itu nge-stuck nih, nah itu namanya plateau,” ucap dr Nathania kepada detikcom, Ke RS Abdi Waluyo, Jakarta Pusat, Selasa(16/12/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Plateau terjadi Lantaran tubuh Memperoleh mekanisme adaptasi alami. Di berat badan turun, tubuh secara otomatis menyesuaikan diri Di Situasi Terbaru tersebut. Salah satu bentuk adaptasinya adalah menurunkan laju metabolisme. Sebab, pembakaran energi menjadi lebih lambat dibandingkan Di awal Asupan Konsumsi, Agar penurunan berat badan terasa berhenti.
“Karena Itu ketika lemaknya kita itu hilang, tubuh itu secara alami, dia tuh seperti menurunkan metabolismenya. Karena Itu itu yang menyebabkan berat badannya itu stuck,” lanjutnya.
Menurutnya, jika seseorang merasa pola makannya sudah terjaga, asupan Konsumsi relatif bersih, Aktivitasfisik dilakukan secara konsisten, dan anjuran Di tenaga Kesejaganan sudah diikuti, maka Langkah Asupan Konsumsi sebaiknya tetap dilanjutkan. Untuk banyak Peristiwa Pidana Hukum, penurunan berat badan Akansegera kembali terjadi seiring waktu.
Ia juga mengingatkan tidak ada metode Asupan Konsumsi yang idealnya menghasilkan penurunan berat badan secara stabil tanpa fluktuasi. Perjalanan berat badan hampir selalu bersifat naik-turun. Ada fase turun, lalu datar, Justru terkadang naik sedikit, Sebelumnya akhirnya turun kembali.
“Pasti naik turun. Pasti ada waktunya dia plateau, kadang naik sedikit, terus Lalu plateau lagi, nanti Terbaru turun lagi. Nanti Setelahnya turun ada fase datar lagi gitu. Nah, banyak orang memang Ke Di fase plateu itu mereka merasa dietnya salah lah, nggak bisa ini, nggak cocok ini. Akhirnya menyerah naik lagi,” lanjutnya.
Senada, spesialis gizi klinik, Dr dr Yohannessa Wulandari, MGizi, SpGK, Di RS St Carolus Salemba, menjelaskan Asupan Konsumsi Ke dasarnya adalah pola makan yang disesuaikan Di tujuan tertentu. Salah satu tujuan yang paling sering dijalani adalah menurunkan lemak tubuh atau fat loss.
Berdasarkan literatur dan Eksperimen, penurunan berat badan memang cenderung lebih signifikan Ke bulan pertama menjalani Langkah Asupan Konsumsi. Ke fase awal ini, banyak perubahan yang terjadi secara bersamaan Ke Untuk tubuh, termasuk berkurangnya cairan tubuh. Selain lemak, massa otot juga bisa ikut menurun, Agar angka Ke timbangan terlihat turun cukup besar.
Akan Tetapi, Situasi tersebut biasanya berubah Ke bulan-bulan berikutnya. Memasuki bulan kedua atau ketiga, penurunan berat badan sering kali tidak sebesar Ke bulan pertama. Fase inilah yang dikenal sebagai plateu, yaitu Situasi ketika berat badan terlihat melambat atau seolah berhenti turun, meski pola makan dan Olah Raga tetap dijalani.
Menurutnya, banyak orang salah memahami fase plateau Lantaran hanya berpatokan Ke angka timbangan. Padahal, jika dilihat lebih jauh Di sisi komposisi tubuh, perubahan tetap terjadi. Ke bulan-bulan lanjutan, terutama jika Asupan Konsumsi dibarengi Di Aktivitasfisik seperti Pelatihan kardio dan Pelatihan pembentukan otot, tubuh mulai mempertahankan massa otot, Justru Untuk beberapa Peristiwa Pidana Hukum otot justru Meresahkan.
“Kalau orang cuman menimbang seperti itu aja kesannya adalah turunnya gak sebanyak yang pertama, tapi sebenarnya kalau Ke check body composition atau komposisi tubuh justru ototnya malah tetap dipertahankan atau malah ikutan naik ototnya dan itu hal yang baik. Fat lossnya tetap terjadi Di yang misalnya sama banyaknya turunnya Karena Itu maksudnya ada resultanya kan,” kata dr Yohannessa kepada detikcom, Kamis (18/12/2025).
Ia menekankan bahwa pemahaman mengenai fase plateau dan perubahan komposisi tubuh ini penting agar orang yang Lagi Asupan Konsumsi tidak mudah merasa gagal. Plateau bukan tanda bahwa Langkah Asupan Konsumsi tidak berhasil, melainkan respons alami tubuh Untuk Mengadaptasi.
Halaman 2 Di 2
Simak Video “Video: Berat Badan Hanya 22 Kg, Wanita Ini Meninggal Usai Asupan Konsumsi Ekstrem“
Gaya Asupan Konsumsi 2026
13 Konten
Gaya Asupan Konsumsi bermunculan silih berganti. Ke 2026, Gaya apa lagi yang Akansegera Karena Itu Unjuk para pejuang berat badan? Ini saran pakar soal pilih-pilih Asupan Konsumsi yang sehat dan aman.
Konten Lanjutnya
Lihat Koleksi Pilihan Selengkapnya
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Jebakan Fase Plateau, Berat Badan Stagnan Meski Asupan Konsumsi Mati-matian











