loading…
Transaksi dagang menggunakan non-Kurs Matauang Amerika menjadi nilai tambah Untuk perekonomian Untuk setor Perdagangan Antar Negara. FOTO/AP
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pembaruan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan menitikberatkan bahwa transaksi LCT telah Menunjukkan Gaya peningkatan yang konsisten Untuk nilai, partisipasi, dan adopsi pasar. Di Januari–Februari 2026, nilai transaksi mencapai Disekitar USD8,45 miliar atau setara Rp144 triliun, jauh lebih tinggi jika dibandingkan Bersama periode sama tahun lalu yang sebesar USD3,21 miliar.
“Bank Indonesia dan Pemerintah Indonesia telah bersama-sama memajukan kerangka LCT Sebagai mendiversifikasi pembayaran bilateral, Meningkatkan efisiensi pasar, memperdalam pasar keuangan, dan Di akhirnya Memangkas volatilitas Nilai Mata Uang sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi,” ujar Ferry Untuk keterangan resmi yang dikutip Minggu (12/4/2026).
Baca Juga: Dedolarisasi Kian Nyata, BRICS Uji Sistem Pembayaran Mutakhir Tanpa Kurs Matauang Amerika AS
Ferry menjelaskan soal adanya surplus perdagangan yang konsisten, yakni mencapai USD1,27 miliar Di Februari 2026, yang terutama ditopang Bersama Perdagangan Keluar Negeri Barang Dagangan non-migas seperti batubara, Migas sawit, serta produk besi dan baja.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Indonesia Lanjutkan Aksi Massa Dedolarisasi, Transaksi Kurs Matauang Lokal Tembus Rp144 Triliun











