Jakarta, CNN Indonesia —
Toyota menghentikan Sambil operasi empat pabriknya Di Thailand Sesudah Genangan Air mengganggu pengiriman komponen.
Penghentian itu mencakup tiga pabrik milik unit Toyota Di Thailand serta satu fasilitas Di perusahaan patungannya, Toyota Auto Works. Hal itu disampaikan juru bicara Toyota, dikutip Reuters, Rabu (30/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Toyota Mengungkapkan Di berkoordinasi Bersama para pemasok Untuk memulihkan pengiriman komponen dan memulai kembali operasi secepat Bisa Jadi. Perusahaan tidak merinci kapan produksi Berencana kembali berjalan.
Genangan Air dipicu hujan lebat telah mengguyur Bangkok sebanyak 320 milimeter Untuk tiga hari Di akhir pekan lalu. Jumlah itu hampir menyamai curah hujan normal Bangkok sepanjang September.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Sesudah Itu menetapkan ibu kota Thailand itu sebagai zona terdampak bencana.
Kementerian Untuk Negeri Thailand mencatat sedikitnya 24 orang tewas, Bersama 44 Bersama 77 provinsi terdampak. Hingga Rabu, Genangan Air masih terjadi Di 32 provinsi.
Di Pada Yang Sama, juru bicara pemerintah Ekkapob Pianpises menyebut korban tewas mencapai 40 orang, merujuk data Kementerian Kesejaganan.
Menurut Ekkapob, otoritas mengalirkan air Genangan Air Di Bangkok Di kanal dan menargetkan Situasi warga kembali normal Untuk dua atau tiga hari.
Genangan Air sempat memicu kekacauan Di Bandara Suvarnabhumi Di Selasa (29/9). Separuh personelnya tak bisa masuk kerja, ribuan bagasi menumpuk, dan banyak penerbangan dibatalkan.
Risiko belum sepenuhnya berlalu. Badan cuaca Thailand memprakirakan hujan lebat Di Senin (5/10) hingga Kamis (8/10), Bersama peningkatan curah hujan Di Area timur laut dan utara.
Perdana Pembantu Pemimpin Negara Anutin Charnvirakul menyebut Bangkok, Area metropolitan sekitarnya, dan kawasan Di Thailand masih berisiko terkena air kiriman Bersama utara. Pemerintah juga membentuk pusat komando Untuk Menyimak situasi.
Asisten Gubernur Bank of Thailand Chayawadee Chai-anant menilai Genangan Air sudah berdampak Di sektor jasa, ritel, grosir, dan konstruksi.
Tetapi, menurutnya, Genangan Air belum berdampak luas Di sektor Pabrik, meski Toyota menutup Sambil empat pabriknya akibat pengiriman komponen terganggu.
Kilas balik 2011
Genangan Air besar juga pernah mengganggu produksi Toyota Di Thailand Di 2011. Pada itu, operasi pabrik Toyota Kendaraan Bermotor Roda Dua Thailand terhenti Dari 10 Oktober dan perusahaan Mengintroduksi Berencana kembali berproduksi Di 21 November.
Dampaknya merembet Di luar Thailand. Untuk rilis resmi 10 November 2011, Toyota menyebut pabrik kendaraannya Di Indonesia, Filipina, Malaysia, Vietnam, dan Afrika Selatan menyesuaikan jam produksi mulai pekan 14 November 2011.
Untuk penghentian kali ini, laporan Reuters tidak menyebut adanya dampak Pada produksi Toyota Di luar Thailand.
(fea)
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia News: Genangan Air Thailand Bikin Empat Pabrik Toyota Setop Sambil











