Fitnah Lebih Kejam Bersama Kejahatan Keji

loading…

Mantan Pembantu Presiden Tim Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. Foto/Jonathan Simanjuntak

JAKARTA – Mantan Pembantu Presiden Tim Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengingatkan mantan Direktur Bina Haji dan Umrah Kementerian Agama ( Kemenag ) Nur Arifin bahwa fitnah lebih kejam daripada Kejahatan Keji. Hal itu disampaikan Yaqut Pada bertanya langsung kepada Nur Arifin yang dihadirkan sebagai saksi Di persidangan Peristiwa Pidana dugaan Penyalahgunaan Jabatan kuota haji , Selasa (15/9/2026).

Hal itu bermula ketika Yaqut menyinggung berita Kegiatan pemeriksaan (BAP) Nur Arifin Ke September 2025. Di BAP tersebut, Nur Arifin Berkata tidak melakukan pengecekan Di nama-nama yang diusulkan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).

“Saya tidak melakukan pengecekan Di nama yang diusulkan Dari PIHK sesuai Bersama urutan dikarenakan sudah mengetahui Keputusan tersebut berasal Bersama Saudara Isfah Abidal Aziz alias Gus Alex dan Saudara Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut atau Gus Men,” kata Yaqut membacakan BAP tersebut.

Baca Juga: Kubu Gus Yaqut: Para Pihak yang Diperkaya Peristiwa Pidana Kuota Haji Masih Bekerja Ke Kemenag

Yaqut Sesudah Itu mempertanyakan alasan Nur Arifin tidak melakukan pengecekan tersebut. Akan Tetapi, Nur Arifin menjelaskan bahwa dirinya tetap melakukan pengawasan secara terstruktur Bersama Memberi perintah kepada jajarannya.

Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Fitnah Lebih Kejam Bersama Kejahatan Keji