Jakarta –
Banyak orang terbiasa melihat label Grade A Di kemasan telur Di supermarket. Tetapi, ternyata ada juga telur Grade B. Apa perbedaannya?
Di pasar Indonesia, telur punya standar penilaian berdasarkan berat dan Mutu fisik serta kebersihannya. Dikutip Untuk berbagai sumber, telur dipasarkan Untuk Grade AA atau mutu 1, Grade B atau mutu 2, dan Grade C atau mutu 3.
Sambil Di Amerika Serikat, telur diklasifikasikan berdasarkan kualitasnya, yaitu Grade AA, A, dan B. Dilansir Untuk Reader’s Digest (8/4), penilaian ini dilakukan Dari inspektur Untuk Departemen Agrikultur Amerika Serikat (USDA) dan didasarkan Di Situasi fisik telur, bukan kandungan gizinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Telur Grade B merupakan kategori Di Mutu visual paling rendah dibanding Grade AA dan A.
Ciri utamanya adalah putih telur yang lebih encer dan kuning telur yang cenderung lebih datar atau melebar. Samping Itu, cangkangnya bisa Memiliki noda atau tampilan yang kurang sempurna.
Meski begitu, penting dicatat bahwa perbedaan grade tidak terlalu berpengaruh Di nilai gizi. Telur Grade B tetap aman dikonsumsi.
Baik USDA maupun Badan Pengawas Perawatan dan Minuman AS (FDA) menegaskan bahwa grading hanya berkaitan Di Mutu tampilan, bukan Keselamatan atau nilai gizi.
Kandungan protein dan Minuman Bergizi Di telur Grade B Di dasarnya sama Di telur Grade A maupun AA. Faktor yang menentukan Keselamatan justru terletak Di cara penyimpanan dan pengolahan, seperti menjaga telur tetap dingin dan memasaknya hingga matang.
Alasan utama telur Grade B jarang dijual Di supermarket adalah Lantaran faktor visual. Telur jenis ini tidak Memiliki tampilan yang Memikat Pada dimasak, misalnya Pada digoreng atau direbus setengah matang, Lantaran bentuknya mudah melebar dan kurang rapi.
Samping Itu, struktur putih telur yang lebih encer membuatnya kurang ideal Bagi hidangan yang membutuhkan bentuk yang utuh.
Sebagai gantinya, telur Grade B lebih banyak digunakan Untuk industri Minuman. Telur ini biasanya diolah menjadi produk seperti telur cair, telur beku, atau telur bubuk, yang Lalu digunakan Untuk berbagai Minuman olahan, kue, hingga layanan Minuman Di restoran.
Untuk Situasi tertentu, seperti gangguan pasokan akibat wabah flu burung, telur Grade B bisa saja muncul Di pasaran Bagi memenuhi kebutuhan. Tetapi, hal ini tergolong jarang terjadi.
Secara keseluruhan, label grade Di telur lebih berkaitan Di Mutu fisik daripada nilai gizinya. Memilih telur sebaiknya disesuaikan Di kebutuhan memasak, bukan semata-mata berdasarkan grade yang tertera Di kemasan.
Hal serupa juga ditemukan Di telur Grade B Di Indonesia. Telur yang masuk grade ini punya cangkang sedikit bernoda, tapi tidak kotor dan berdaki. Bentuknya sedikit bervariasi. Tetapi isinya tetap sangat layak dikonsumsi.
(adr/adr)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Banyak yang Belum Tahu Ada Telur Grade B! Kenapa Jarang Dijual?











