Kimpul belakangan ramai dibahas netizen Lantaran dapat diolah menjadi berbagai Konsumsi. Tetapi, meski merupakan salah satu sumber karbohidrat, tidak semua orang disarankan mengonsumsi kimpul secara bebas.
Spesialis gizi klinik, dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, mengatakan sejumlah kelompok perlu membatasi konsumsi kimpul atau berkonsultasi terlebih dahulu Bersama Praktisi Medis. Di antaranya orang Bersama riwayat batu ginjal jenis oksalat, pengidap gagal ginjal kronis, dan pengidap Gangguan asam urat.
“Ada beberapa kelompok yang perlu membatasi atau sebaiknya berkonsultasi dulu Sebelumnya makan kimpul, misalnya penderita batu ginjal (jenis oksalat) Lantaran kimpul secara alami punya kandungan oksalat yang agak tinggi. Orang Bersama riwayat batu ginjal berbasis oksalat harus agak membatasi porsinya,” ujar dr Yaze kepada detikcom, Senin (3/8/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, kimpul secara alami Memiliki kandungan oksalat yang cukup tinggi Supaya perlu diperhatikan Dari orang yang Memiliki riwayat batu ginjal berbasis oksalat.
Di Di Itu, pasien gagal ginjal kronis juga perlu membatasi konsumsi kimpul. Hal ini berkaitan Bersama kandungan kalium yang cukup tinggi Di umbi tersebut.
“Lalu penderita gagal ginjal kronis Lantaran kandungan kalium Di kimpul lumayan tinggi. Pasien ginjal tahap lanjut biasanya butuh Pola Makan rendah kalium, Karena Itu harus dibatasi porsinya,” jelasnya.
Pengidap Gangguan asam urat atau gout juga perlu memperhatikan porsinya. Meski demikian, dr Yaze mengatakan asam urat lebih berkaitan Bersama konsumsi purin, sedangkan kimpul bukan termasuk Konsumsi tinggi purin.
“Penderita asam urat (gout) juga harus dibatasi porsinya Lantaran asam urat sebenarnya lebih dipengaruhi Dari purin. Kimpul sendiri bukan Konsumsi tinggi purin, tapi Lantaran kandungan oksalatnya,” tuturnya.
Di sisi lain, kimpul tetap dapat menjadi salah satu pilihan sumber karbohidrat. Menurut dr Yaze, setiap sumber karbohidrat Memiliki karakteristik kandungan gizi masing-masing. Kandungan karbohidrat kimpul lebih rendah dibandingkan nasi putih Untuk berat yang sama Lantaran kadar airnya lebih tinggi.
“Dibandingkan singkong, kandungan karbohidratnya agak lebih rendah, sedangkan dibanding kentang, gizinya gak jauh berbeda. Karena Itu sebenarnya gak ada yang paling sehat, tinggal disesuaikan Bersama kebutuhan dan porsi makannya,” katanya.
Kimpul juga Memiliki kandungan serat yang cukup tinggi Supaya dapat membantu Memberi rasa kenyang lebih lama dibandingkan nasi putih. Kandungan karbohidrat kompleks dan serat tersebut membuat kimpul dapat menjadi salah satu pilihan sumber karbohidrat, termasuk Untuk orang yang Untuk menjalani Pola Makan.
Tetapi, cara mengolah kimpul juga perlu diperhatikan. Sebagian orang dapat merasakan gatal atau tidak nyaman Di tenggorokan Setelahnya mengonsumsinya.
dr Yaze mengatakan Kepuasan tersebut dapat terjadi jika proses pencucian atau pengolahan kimpul belum dilakukan Bersama baik Supaya masih terdapat kristal oksalat.
“Kalau ada rasa gatal atau gak nyaman Di tenggorokan itu bukan Lantaran kimpulnya berbahaya tapi bisa Lantaran pencucian atau cara masaknya masih kurang bersih Karena Itu kristal oksalatnya masih ada sisa,” pungkasnya.
Lantaran itu, kimpul perlu dicuci dan dimasak Bersama benar hingga matang sempurna Sebelumnya dikonsumsi.
Halaman 2 Untuk 2
(suc/suc)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Ramai Dibahas Netizen, Praktisi Medis Ungkap Kelompok Ini Sebaiknya Batasi Makan Kimpul











