loading…
Ilmu Pengetahuan Deteksi Deepfake Nvidia. Foto/ Daily
Di konteks Di mana kecerdasan buatan (AI) mengaburkan batasan Antara realitas dan virtualitas, Nvidia secara resmi Mengintroduksi solusi Untuk mengatasi masalah yang justru diciptakan Didalam GPU-nya sendiri.
Di SIGGRAPH 2026, raksasa Ilmu Pengetahuan ini Mengintroduksi Synthetic Video Detector, sebuah alat khusus yang membantu organisasi media mengidentifikasi video yang dihasilkan AI secara instan.
Synthetic Video Detector Diterapkan sebagai layanan mikro NIM (Nvidia Inference Microservice). Alat ini bekerja Didalam memindai setiap frame Di video atau rekaman yang mencurigakan, Lalu Memberi skor prediksi tentang kemungkinan video tersebut dibuat Didalam AI.
Tujuan utama layanan ini adalah Untuk membantu Skuat redaksi berita Di memverifikasi keaslian materi Didalam cepat, Agar mencegah penyebaran informasi yang salah Di saluran Monitor nasional.
Pendeta Lebaredian, Wakil Kepala Negara Ilmu Pengetahuan Simulasi AI Fisik Di Nvidia, menekankan bahwa Ilmu Pengetahuan yang digunakan Untuk membuat video AI juga dapat dimanfaatkan secara efektif Untuk mendeteksi video tersebut.
Penampilan yang mengesankan Kendati terdapat hambatan kompresi data.
Salah satu tantangan terbesar Di deteksi deepfake adalah penurunan Standar video akibat kompresi data. Akan Tetapi, Logika Nvidia telah Menunjukkan akurasi yang luar biasa Di berbagai Kemakmuran.
Selain akurasi, Kelajuan pemrosesan merupakan faktor Kunci Untuk Alat Lunak Di siaran Monitor langsung. Ke sistem yang menggunakan kartu Visual RTX, alat ini hanya membutuhkan waktu 22 milidetik Untuk Meneliti file video 1080p. Didalam GPU khusus seperti L40, waktu pemrosesannya Disekitar 30 milidetik.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Ilmu Pengetahuan Deteksi Deepfake Nvidia Mencapai Akurasi 94%











