Banda –
Tahukah kamu, Di masa lalu Manhattan Di New York ternyata pernah ditukar Bersama sebuah pulau kecil Di Indonesia.
Ian Burnet, penulis Bacaan East Indies, menulis “Sedikit orang yang Akansegera percaya bahwa sebuah desa perdagangan kecil Di Pulau Manhattan ditakdirkan Untuk menjadi metropolis modern New York.”
Kota Manhattan Di ini, Bersama gemerlap lampu sebagai salah satu pusat komersial, keuangan, dan Kearifan Lokal Global utama dunia, Bersama situs-situs ikonik dan gedung pencakar langit seperti Empire State Building, Times Square yang diterangi lampu neon, dan teater-teater Broadway ternyata dulu pernah ditukar Bersama sebuah pulau kecil nun jauh Di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejarahnya, Di 31 Juli 1667, Belanda dan Inggris menandatangani Perjanjian Breda. Sebagai Dibagian Bersama perjanjian tersebut, Pulau Manhattan yang berawa Di New Amsterdam – yang telah “dibeli” Bersama Belanda Bersama penduduk asli Amerika – ditukar Bersama Pulau Run Di Laut Banda.
Orang-orang Inggris pertama yang Melakukan Kunjungan Di Run, Di tahun 1603, “Bersama senang hati Akansegera berlayar mengelilingi dunia beberapa kali Untuk pala,” tulis Keay Untuk bukunya The Honourable Company.
Akhirnya, perwira Perusahaan Hindia Timur Inggris, Nathaniel Courthope, Memutuskan alih Pulau Run Di tahun 1616, ketika penduduk Pulau Run menandatangani Kesepakatan yang Merasakan Raja James I Bersama Inggris sebagai penguasa mereka.
“Saking bangganya Memperoleh Pulau Run, sampai Raja James I menyandang gelar ‘Raja Inggris, Skotlandia, Irlandia, Prancis, Puloway (Pulo Ai) dan Puloroon (Pulo Run),” tulis Keay.
Penyerahan pulau Run Bersama Inggris memberi Belanda kendali atas Kepulauan Banda dan monopoli rempah-rempah dunia. Ketika Inggris merebut kembali Kepulauan Banda Di Konflik Bersenjata Napoleon, mereka memindahkan bibit pala Di tempat-tempat seperti Bengkulu Di Sumatera dan Penang.
Harga pala Di Run anjlok dan Kepulauan Banda tidak lagi bernilai tinggi Untuk Belanda. Sambil Itu Manhattan, New York berevolusi menjadi Lebihterus glamor dan menjadi pusat ekonomi dunia berabad-abad setelahnya.
——-
Artikel ini ditulis Bersama Hari Suroto. Penulis bekerja Di Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara.
(wsw/wsw)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Kisah Pertukaran Pulau Run Di Banda Bersama Manhattan Di New York











