Mengapa Pulau Kharg adalah Jantung Energi Iran? Ini Fakta Ilmiahnya

loading…

Pulau Kharg adalah Jantung Energi Iran. Foto/Live Science

LONDON – Pulau Kharg, sebuah pulau kecil Disekitar 24 km Di pantai Iran, Bisa Jadi tampak tidak signifikan, tetapi merupakan tulang punggung industri Perdagangan Keluar Negeri Migas Iran, menjadikannya salah satu aset Politik Global paling sensitif Ke Timur Ditengah.

Serangan besar-besaran AS Ke pulau itu pekan lalu mengingatkan dunia betapa pentingnya lokasi tersebut Untuk krisis regional yang Lagi berlangsung.

Arab Saudi membantah tuduhan memicu konflik berkepanjangan Di Iran
Pemimpin Negara AS Donald Trump mengklaim militer AS telah melancarkan salah satu serangan paling dahsyat “Untuk sejarah Timur Ditengah” Ke Pulau Kharg, mengatakan semua target militer Ke pulau itu telah “hancur total”.

Menurut informasi Di CENTCOM, serangan presisi tinggi tersebut menghantam lebih Di 90 target militer, termasuk fasilitas penyimpanan rudal dan ranjau, tetapi tidak mengenai infrastruktur Migas, yang dilaporkan masih utuh.

Trump memperingatkan bahwa keputusan Untuk tidak menargetkan fasilitas Migas Pulau Kharg dapat berubah jika Iran terus mengganggu jalur pelayaran Ke Selat Hormuz.

Pulau Kharg menangani Disekitar 90 persen Perdagangan Keluar Negeri Migas mentah Iran, menjadikannya pusat Perdagangan Keluar Negeri utama Negeri tersebut.

Migas Di ladang Ke daratan Iran dialirkan Ke pulau tersebut Lewat jaringan pipa bawah laut, Sebelumnya dimuat Ke kapal tanker yang sebagian besar Ke pasar Asia.

Infrastruktur Ke Kharg meliputi:

Terminal pemuatan Migas Di kapasitas Disekitar 7 juta barel per hari
Tangki penyimpanan skala besar
Beberapa dermaga pemuatan kapal
Kerusakan serius Ke fasilitas ini dapat melumpuhkan ekonomi Iran Pada bertahun-tahun, Lantaran tidak ada Negeri pengekspor Migas utama lain yang sangat bergantung Ke satu terminal Perdagangan Keluar Negeri seperti Iran.

Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Mengapa Pulau Kharg adalah Jantung Energi Iran? Ini Fakta Ilmiahnya