Badung –
Sampah-sampah masih Bersama Sebab Itu masalah Hingga pantai Kelan, Bali. 90 persen Bersama sampah itu terdiri Bersama stirofoam dan plastik.
Salah satu anggota Pandawara Group, Gilang Rahma, menyoroti banyaknya sampah stirofoam dan plastik yang ditemukan Hingga pesisir Pantai Kelan, Kuta, Badung, Untuk kegiatan bersih-bersih, Rabu (18/2).
Menurut dia, Disekitar 90 persen temuan sampah berupa stirofoam dan plastik berukuran kecil Hingga pesisir pantai, termasuk butiran mikroplastik yang sulit terlihat. Gilang menegaskan sampah plastik lebih berbahaya Bagi ekosistem laut dibandingkan Bersama sampah organik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kalau sampah organik, Kendati banyak tapi efek berbahayanya itu tidak seberbahaya sampah anorganik,” ujar Gilang Di kegiatan bersih-bersih InJourney Group PT Aviasi Perjalanan Hingga Luarnegeri Indonesia berkolaborasi Bersama Pandawara Group Hingga Pantai Kelan, Badung, Bali, Rabu (18/2/2026).
BACAJUGA:
Gilang mengingatkan bahwa Bali merupakan destinasi wisata prioritas Indonesia. Lantaran itu, menjaga kelestarian dan Kesejajaran ekosistem menjadi hal utama. Ia pun mengajak seluruh pihak Sebagai terlibat aktif Untuk penanganan sampah secara kolaboratif.
“Sebagai institusi Yang Berhubungan Bersama Bisa Jadi lebih merata saja sih, menyediakan fasilitas pengolahan sampahnya. Bersama Sebab Itu ketika memang kita bisa berkolaborasi, bersinergi, entah itu individu, swasta, maupun government, itu Insyaallah masalah sampah Akansegera tuntas,” urai Gilang.
Dia juga menyoroti banyaknya sampah Hingga Indonesia yang dipengaruhi Bersama besarnya jumlah penduduk. Menurutnya, tingginya Penduduk Dunia berbanding lurus Bersama volume produk yang dikonsumsi dan akhirnya menjadi sampah.
“Bisa dibilang, Lantaran memang Bisa Jadi Bersama keberagaman dan banyaknya kuantitas Kelompok yang ada Hingga Negeri kita ini, Bersama Sebab Itu Sebagai me-manage area-area wisata, ataupun me-manage sampah-sampah yang ada Hingga seluruh Area Indonesia, itu perlu effort lebih,” beber Gilang.
BACAJUGA:
Ia membandingkan Kebugaran Indonesia Bersama sejumlah Negeri maju yang dinilai telah Memperoleh sistem pengelolaan sampah (waste management) yang lebih baik. Tetapi, menurutnya, hal itu juga dipengaruhi Bersama jumlah produk yang dihasilkan.
“Perlu diingat dan perlu dicatat, bahwa Negeri mereka Memperoleh jumlah produk yang jauh lebih sedikit Bersama kita. Otomatis Indonesia juga menghasilkan sampah yang jauh lebih banyak,” jelas Gilang.
——-
Artikel ini telah naik Hingga detikBali.
(wsw/wsw)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: 90% Sampah Hingga Pantai Kelan Didominasi Stirofoam dan Plastik











