Viral sebuah unggahan Bersama Rizqa Febriliany Putri Ke akun media sosial Threads @rizqafputri yang menceritakan seorang wanita 52 tahun yang kena kanker kulit. Diketahui, wanita tersebut rutin melakukannya setiap tiga minggu Di 18 tahun.
Perawatan Medis manicure yang dilakukan wanita berkulit terang tersebut juga menggunakan UV nail lamp. Itu merupakan alat pengering kuku yang memancarkan sinar ultraviolet atau LED Sebagai mengeringkan kuku.
Sampai beberapa tahun Lalu, muncul lesi atau benjolan Ke kulit punggung tangan wanita tersebut. Disekitar satu tahun terakhir, benjolan kecil kemerahan yang menebal, kasar, dan bersisik Lebih banyak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Tiga lesi Ke punggung tangan pasien diambil Sebagai biopsi. Hasilnya, dua lesi sudah termasuk kanker kulit tahap sangat awal (SCC in situ), satu lesi lain termasuk actinic keratosis (AK) yang merupakan lesi prakanker akibat paparan UV,” tulis Rizqa yang berprofesi sebagai Praktisi Medis itu Untuk Threads yang dilihat detikcom, Jumat (29/5/2026).
Parahnya Efek Paparan Sinar UV Nail Lamp
Spesialis kulit dan kelamin konsultan dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpDVE, SubspOBK, FINSDV, FAADV, mengungkapkan Secara Keseluruhan risiko UV nail lamp tergolong rendah dibandingkan paparan sinar matahari langsung.
“Tetapi Sebab alat ini memancarkan sinar UVA, penggunaan berulang Untuk jangka panjang tetap dapat menyebabkan photoaging, flek, kerusakan kolagen, dan akumulasi kerusakan DNA Ke kulit,” terang dr Darma, sapaan akrabnya, Pada dihubungi detikcom, Jumat (29/5).
“Ke individu Bersama faktor risiko tertentu seperti kulit terang, usia lanjut, atau riwayat paparan UV tinggi, paparan kronis secara teoritis dapat berkontribusi Di terbentuknya lesi prakanker seperti actinic keratosis (AK),” tambahnya.
Belum Ada Bukti Kuat Bisa Picu Kanker Kulit
Meski begitu, dr Darma mengatakan sampai Pada ini belum ada bukti yang kuat yang bisa Menunjukkan keterkaitannya. Belum ada yang bisa membuktikan bahwa penggunaan UV nail lamp secara rutin ini menjadi penyebab utama kanker kulit.
“Supaya kemungkinan lebih berperan sebagai faktor tambahan Di total paparan UV seumur hidup,” tuturnya.
Tetapi, Ke orang yang Memperoleh warna kulit yang lebih terang atau fototipe Fitzpatrick I-II memang lebih rentan Merasakan kerusakan kulit akibat paparan sinar UV. Sebab, kulit Memperoleh kadar melanin yang lebih rendah sebagai pelindung alami.
“Sebab, Ke tingkat paparan UV yang sama, risiko terjadinya kerusakan DNA, actinic keratosis (AK), maupun kanker kulit non-melanoma cenderung lebih tinggi dibandingkan individu Bersama kulit yang lebih gelap,” jelas dr Darma.
Halaman 2 Bersama 2
(sao/)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Wanita 52 Tahun Kena Kanker, Benarkah gegara Sering Manicure UV Nail Lamp?











