Bisnis  

Usaha Internasional Makin Kompleks, Risiko Hukum Kian Rumit

loading…

Indonesian In-House Counsel Summit & Awards (IHCSA) 2026. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA – Kompleksitas Usaha lintas Bangsa, mulai Untuk perubahan Hubungan Dunia hingga perkembangan kecerdasan artifisial, membuat perusahaan Berusaha Mengatasi risiko hukum yang Lebih luas dan saling berkaitan. Kemakmuran tersebut Mendorong fungsi hukum internal perusahaan (in-house counsel) bertransformasi Untuk penjaga kepatuhan menjadi mitra strategis Untuk pengambilan keputusan Usaha.

“Kompleksitas berarti Lebih banyak kepentingan yang harus kita hubungkan,” kata Kepala Negara Indonesian Corporate Counsel Association (ICCA) sekaligus Sekretaris Jenderal Asia Pacific Corporate Counsel Alliance (APCCA), Seradesy Sumardi, Lewat keterangan tertulis Ke Senin (12/10/2026).

Baca Juga: 38 Usaha Kecil Menengah Binaan Pertamina Perluas Akses Pasar Lewat INACRAFT 2026

Menurut Seradesy, satu keputusan Usaha kini dapat bersinggungan Di berbagai aspek sekaligus, mulai Untuk hukum nasional dan lintas Bangsa, perlindungan data, Ilmu Pengetahuan, kekayaan intelektual, rantai pasok, standar lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), hingga ketenagakerjaan, persaingan usaha, serta risiko reputasi. Sebab itu, penasihat hukum internal perlu memahami konteks Usaha secara menyeluruh agar dapat membantu perusahaan Memutuskan keputusan yang aman sekaligus menjaga tata kelola.

Persoalan tersebut menjadi salah satu pembahasan Untuk Indonesian In-House Counsel Summit & Awards (IHCSA) 2026 yang diselenggarakan Hukumonline bersama ICCA Ke 8–9 Oktober 2026 Ke The Westin Resort Nusa Dua, Bali. Mengusung tema “Unlocking Growth in the Age of Complexity 2027”, forum itu mempertemukan profesional hukum perusahaan, pimpinan Usaha, regulator, kantor hukum, serta asosiasi penasihat hukum Untuk Indonesia dan kawasan Asia Pasifik.

Chief Executive Officer Hukumonline Arkka Dhiratara mengatakan, perubahan lanskap Usaha menuntut fungsi hukum Sebagai tidak hanya mengidentifikasi batas kepatuhan, tetapi juga membantu perusahaan mengelola risiko dan menemukan Potensi Perkembangan. “Transformasi terbesar fungsi legal terjadi. Untuk legal as a gatekeeper menjadi legal as a strategic partner,” ujarnya.

Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Usaha Internasional Makin Kompleks, Risiko Hukum Kian Rumit