Jakarta –
Bule Belanda tewas secara mengenaskan usai ditusuk Ke sebuah vila Ke Kerobokan, Bali. Keselamatan Pulau Dewata Dilindungi.
Kepala Dinas Perjalanan Ke Luarnegeri Bali I Wayan Sumarajaya merespons spekulasi Keselamatan Bali Sesudah korban berinisial RP tewas dan pelaku belum ditemukan.
“Adanya satu dua Perkara Pidana Hukum bukan berarti Bali tidak aman, tentu Bali sangat aman Sebagai wisatawan,” kata Sumarajaya kepada detikBali, Kamis (26/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, Sumarajaya menegaskan setiap Perkara Pidana Hukum yang merusak citra Perjalanan Ke Luarnegeri Bali tidak disepelekan.
“Bersama koordinasi kami bisa melakukan upaya bersama Bersama berbagai pihak,” kata dia.
Lalu, Pemprov Bali Akansegera Meningkatkan koordinasi Bersama berbagai pihak Sebagai menjaga Keselamatan Bali.
“Peningkatan koordinasi Bersama berbagai pihak perlu ditingkatkan Sebagai menjaga Keselamatan Bali,” kata Sumarajaya.
Ya, RP (49) ditemukan tewas bersimbah darah Ke Didepan vila tempatnya menginap Ke kawasan Banjar Anyar Kelod, Kerobokan, Kuta Utara, Badung, Bali, Senin (23/3) malam. Korban diduga menjadi korban penganiayaan berat Dari dua pria misterius.
Peristiwa berdarah itu terjadi Di pukul 22.00 hingga 22.50 Wita. Di kejadian, korban bersama pacarnya berinisial PI (30) Terbaru pulang berjalan-jalan Ke Di lokasi vila.
Kapolsek Kuta Utara Kompol I Ketut Agus Pasek Sudina mengatakan bahwa insiden bermula Di korban dan PI berpapasan Bersama dua pria berboncengan sepeda Kendaraan Bermotor Roda Dua.
“Mereka berpapasan Bersama pelaku yang berboncengan. Begitu melihat gelagat mencurigakan, korban menyuruh pacarnya mengunci pintu vila, tapi pelaku langsung menyerang menggunakan Pisau,” ujar Agus Pasek Sudina, Selasa (24/3).
Dua pelaku tersebut sempat berbalik arah dan mengadang korban. Salah satu pelaku mengenakan jaket ojek online (ojol), helm hitam, dan masker biru. Sambil pelaku lainnya memakai kaus oranye tanpa helm.
Di PI Melakukanlangkah-Langkah menyelamatkan diri, pelaku langsung menyerang korban secara membabi buta menggunakan Pisau.
Peristiwa wisatawan celaka Malahan hingga meninggal dunia bukan terjadi satu atau dua kali. Sebelumnya, Ke pekan ini, seorang turis perempuan asal China berinisial RF (22) diduga diperkosa Dari seorang pria tak dikenal Ke kawasan Jalan Labuansait, Pecatu, Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Di Itu, Smart Phone korban juga diambil Dari pelaku Ke Senin (23/3).
Kepala Bidang Humas Polda Bali, Kombes Ariasandy, mengatakan kejadian bermula Di korban bersama rekannya, A, asal Kazakhstan, Melakukan Kunjungan Ke sebuah bar Ke kawasan Uluwatu Di pukul 01.00 Wita.
Di pukul 04.00 Wita, A lebih dahulu meninggalkan lokasi. RF Lalu berniat kembali Ke penginapannya Ke Jalan Pantai Berawa, Tibubeneng, Kuta Utara, Badung. Tetapi, RF mengaku tidak mengingat secara jelas bagaimana dirinya bisa berada Ke atas sepeda Kendaraan Bermotor Roda Dua bersama seorang pria tak dikenal.
“Korban tidak ingat tiba-tiba sudah berada Ke atas sepeda Kendaraan Bermotor Roda Dua yang dikendarai Dari seorang laki-laki yang memakai baju warna biru gelap dan korban Memahami bahwa laki-laki tersebut bukan Ke arah Wingsu Guest House tempatnya menginap,” ujar Ariasandy, Rabu (25/3).
Bali juga dibuat geger Ke awal Maret Sesudah ditemukan potongan tubuh manusia Ke Muara Sungai Wos Teben, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.
Di hasil uji Deoxyribonucleic Acid (DNA) dipastikan potongan tubuh tersebut milik warga Negeri (WN) Ukraina yang dilaporkan menjadi korban dugaan penculikan Ke Jimbaran, Kuta Selatan. Bule Ukraina seorang pria berusia 28 tahun, Igor Komarov.
(fem/fem)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Turis Belanda Tewas Ditusuk Ke Bali, Apakah Pulau Dewata Masih Aman Untuk Wisatawan?











