Jakarta –
Keluhan harga tiket pesawat Untuk penerbangan domestik tak hanya dikeluhkan traveler. Kini, Pembantu Pemimpin Negara Kesejaganan Budi Gunadi Sadikin juga menyampaikan pengaduan serupa.
Budi menyampaikan Pengalaman Hidup itu Di mengirim Volunteer kemanusiaan Untuk Ke Daerah terdampak bencana Hingga Aceh. Untuk menghemat biaya perjalanan, mereka harus Melewati Malaysia.
Strategi itu dipilih Lantaran Kementerian Kesejaganan bukan hanya mengirimkan satu atau dua Volunteer, tetapi 700-800 tenaga Kesejaganan tiap dua minggu sekali Untuk menangani korban terdampak bencana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Harga tiket Hingga Aceh sangat mahal,” kata Menkes Di Diskusi Koordinasi Satgas Penyembuhan Pascabencana Lembaga Legis Latif Bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Pemerintah Hingga Provinsi Aceh Hingga Banda Aceh, dikutip Bersama Di, Senin (12/1/2025).
“Akhirnya kemarin kita pakai rute penerbangan Hingga Malaysia dulu dan harga tiketnya lebih murah,” dia menambahkan.
Dia berharap ada harga khusus Untuk Volunteer yang diterbangkan Hingga Aceh. Mereka Akansegera melakukan misi kemanusiaan Untuk Memberi layanan Kesejaganan Di Komunitas yang terdampak bencana.
Menkes menilai apabila harga tiket terlalu tinggi maka Akansegera membebani para Volunteer. Menkes Budi Lalu menyebutkan hal ini terjadi Di masa libur Natal dan Tahun Terbaru, Agar yang tersisa hanya tiket kelas Usaha yang notabene jauh lebih mahal.
“Karena Itu semua Volunteer itu datang Hingga Medan dan pas Di Di liburan Di itu kan lagi banyak-banyaknya liburan tahun Terbaru dan Lalu pemerintah Memberi diskon harga tiket Agar Di masuk Hingga sana semua dan nggak kebagian Untuk para Volunteer Agar yang ada cuma tiket-tiket business class yang mahal-mahal,” ucap Menkes Budi.
“Itu yang menyebabkan Lantaran banyaknya orang yang datang Hingga Medan Di Di Nataru itu terjadi. Tapi sekarang kondisinya sudah normal dan teman-teman bisa langsung Hingga Medan Untuk bisa menjadi Volunteer Hingga sana. Kalau yang Hingga Aceh sih nggak terlalu masalah,” ujar Menkes.
Pembantu Pemimpin Negara Di Negeri Tito Karnavian mengatakan Akansegera melakukan koordinasi Bersama Pembantu Pemimpin Negara Perhubungan agar harga tiket Untuk Hingga Lokasi bencana harganya terjangkau dan tidak memberatkan Komunitas.
Keluhan serupa pernah disampaikan Volunteer Chiki Fawzi Melewati unggahan Hingga instagramnya Desember 2025. Chiki mengatakan dia dan rekannya memilih Untuk terbang Hingga Kuala Lumpur lebih dulu Di mengirim Dukungan Hingga Sumatera. Dia menilai harga tiket Hingga Sumatera sangat tidak masuk akal.
Chiki Membeberkan rata-rata tiket Jakarta-Medan berkisar Rp 8 hingga Rp 9 juta. Di Di Yang Sama, harga tiket Bersama Jakarta Hingga Malaysia hanya Rp 1,5 juta, sedangkan tiket Bersama Malaysia Hingga Medan hanya berkisar Rp 500 ribu.
“Mau Hingga Aceh Di, flight lewat Malaysia Lantaran harganya lebih masuk akal. Kalau flight langsung Hingga Medan Rp 8-9 juta, kalau lewat Malaysia Di Rp 2 jutaan (Jkt-Malay Rp 1,5jt, Malaysia-Medan Rp 500rb-an),” kata Chika Di itu.
“Challenging-nya adalah bawa Produk-Produk besar seperti water purifier dan lain-lain yang mau dipasang Hingga Aceh,” dia menambahkan.
Bersama keadaan ini, Chiki merasa cukup miris. Putri Ikang Fawzi ini pun bertanya-tanya bagaimana Bersama Volunteer yang tidak Memperoleh passport. “Karena Itu kepikiran Volunteer yang nggak punya passport,” kata dia lagi.
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Johni Asadoma juga pernah menyampaikan keluhan serupa Di Desember 2025. Dia Justru menyampaikannya langsung kepada Menhub Dudy Di kunjungan kerja Hingga NTT.
“Masalah harga tiket yang sangat tinggi Lalu masalah penambahan kapal penyeberangan,” ujar Johni, Kamis (18/12/2025).
Johni juga pernah menyampaikan usulan agar status Pelabuhan Tenau Kupang Bersama pelabuhan kelas III dapat ditingkatkan menjadi pelabuhan kelas I. Ia menyebut Menhub Dudy merespons positif beragam permasalahan Hingga NTT tersebut.
“Semua itu sudah saya sampaikan Di Diskusi Bersama seluruh jajaran Kementerian Perhubungan dan ditanggapi Bersama positif Dari beliau dan para Dirjen yang mendampingi. Agar, apa yang menjadi keluhan atau permasalahan kami Hingga sini tahun Di dapat terealisasikan,” kata Johni.
Artikel ini menjadi artikel terpopuler detikTravel, Selasa (13/1/2026). Baca juga artikel populer lainnya Hingga bawah ini:
(ddn/ddn)
Femi Diah
Jurnalis detikcom. Jurnalis detikcom
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
const { default: Swiper } = await import(
”
);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Tak Hanya Turis, Menkes Juga Merasa Berat Bayar Tiket Pesawat











