Minum Minuman Kafein tak selalu bikin susah tidur, tetapi kafeinnya bisa mengganggu Standar istirahat. Ahli Menginformasikan dampaknya Di otak hingga siklus kelelahan.
Minuman Kafein kerap menjadi minuman andalan Untuk melawan rasa kantuk, terutama Di harus beraktivitas hingga malam hari. Tetapi, efek kafein ternyata tak hanya berkaitan Didalam sulit tidur.
Seseorang bisa saja tertidur seperti biasa Setelahnya minum Minuman Kafein, tetapi Standar istirahatnya tetap terganggu. Kafein disebut dapat memengaruhi Karya otak Di tidur nyenyak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk memahami efek tersebut, peneliti menggunakan elektroensefalografi (EEG) Untuk merekam Karya listrik otak. Dikutip Di Science Daily (22/9) berikut penjelesannya.
1. Kafein Bisa Memangkas Standar Tidur
|
Ilustrasi Minuman Kafein hitam. Foto: Getty Images/iStockphoto
|
Kafein tidak selalu membuat seseorang sulit tidur atau terbangun Di malam hari. Meski durasi tidur tetap normal, Karya otak Di tidur bisa Merasakan perubahan.
Prof. Donata Kurpas Di Wroclaw Medical University menjelaskan, EEG dapat Menginformasikan perubahan Karya otak yang tidak terlihat Di durasi tidur saja.
Salah satunya penurunan Karya gelombang lambat yang menjadi penanda tidur nyenyak. Gelombang lambat banyak ditemukan Di tidur nyenyak, tahap yang berperan Di Terapi fisik dan fungsi otak.
Lantaran itu, tidur Pada delapan jam belum tentu Memberi Standar Terapi yang sama Di setiap orang.
2. Efek Kafein Berbeda Di Setiap Orang
Respons tubuh Di kafein bisa berbeda-beda, tergantung faktor genetik, metabolisme, usia, Tekanan, hingga kelelahan kronis.
Kemakmuran ini membuat sebagian orang lebih sensitif Di Minuman Kafein dibandingkan orang lain.
Menurut Prof. Kurpas, efek kafein tidak hanya bergantung Di waktu minum Minuman Kafein menjelang tidur. Jumlah kafein yang dikonsumsi sepanjang hari dan waktu yang dibutuhkan tubuh Untuk memprosesnya juga perlu diperhatikan.
Di sebagian orang, Minuman Kafein yang diminum Dari pagi pun Berpotensi Untuk memengaruhi tidur Di malam hari. Hal ini penting diperhatikan Dari mereka yang mengandalkan kafein Untuk menjaga fokus dan stamina.
3. Kafein Bisa Memicu Siklus Kelelahan
Kafein dapat Meningkatkan kewaspadaan. Foto: Getty Images/iStockphoto |
Kafein dapat Meningkatkan kewaspadaan Untuk Sambil Itu Supaya rasa lelah terasa berkurang. Tetapi, efek tersebut tidak selalu berarti tubuh sudah pulih Di kelelahan.
Jika Standar tidur terganggu, seseorang bisa merasa lebih lelah Di hari berikutnya dan kembali mengandalkan Minuman Kafein Untuk tetap Segar. Kebiasaan ini Berpotensi Untuk membentuk siklus kelelahan yang berulang.
Prof. Kurpas menjelaskan, Kemakmuran tersebut dapat terjadi ketika kafein membantu seseorang tetap aktif Di siang hari, tetapi Memangkas Standar Terapi Di tidur. Dampaknya, kebutuhan stimulasi Menimbulkan Kekhawatiran Sambil Itu Standar istirahat menurun.
4. EEG Membantu Mengukur Kedalaman Tidur
Untuk memahami pengaruh kafein Di tidur, peneliti menggunakan elektroensefalografi atau EEG. Metode ini merekam Karya listrik otak dan membantu Menyaksikan Ritme Tidur secara lebih terperinci.
Berbeda Di penilaian berdasarkan durasi dan tahapan tidur, analisis EEG kuantitatif dapat Menunjukkan perubahan halus, termasuk Karya gelombang lambat. Temuan ini membantu peneliti menilai kedalaman dan Standar biologis tidur.
Prof. Kurpas menegaskan, kafein bukan zat yang sepenuhnya baik atau buruk. Dampaknya bergantung Di dosis, waktu konsumsi, usia, Cara Hidup, tingkat Tekanan, Standar tidur, dan sensitivitas masing-masing orang.
Halaman 2 Di 2
Simak Video “Video: Di Minuman Kafein Karena Itu Tren, Masih Adakah Masa Didepan Teh Jawa Barat?“
(raf/sob)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Sudah Tidur 8 Jam tapi Masih Lelah? Bisa Karena Itu Lantaran Kebanyakan Minuman Kafein












