Satu Gapura Mataram, Belasan Warna Leica Bidikan Xiaomi 17T pro

loading…

Posenya sama, galerinya penuh, dan tak satu pun versi terasa kembar. Foto: Sindonews/Danang Arradian

YOGYAKARTA – Pukul 07.57. Seorang perempuan berdiri Ke anak tangga batu. Kainnya batik cokelat keemasan. Ke belakangnya, gapura tua Didalam kusen kayu berukir. Langitnya biru bersih.

Saya tahu jamnya bukan Didalam jam tangan. Tapi Didalam bingkai fotonya.

Model berpose menari Didalam tangan terentang Ke Di tembok bata Kotagede, difoto Didalam lensa46mm. Foto: Sindonews/Danang Arradian

Model memegang kain batik Ke Di tembok bata dan gapura, difoto Didalam lensa utama 23 mm. Bingkai putih bergaya Leica Ke bawah foto memuat jam, lensa, bukaan, Kecepatanakses rana, ISO, dan koordinat. Foto: Sindonews/Danang Arradian

Xiaomi 17T Pro bisa menempelkan bingkai putih bergaya Leica Ke bawah foto. Isinya lengkap: jam, panjang lensa, bukaan, Kecepatanakses rana, ISO, sampai titik koordinat. Catatan hari kedua ini praktis saya susun Didalam bingkai-bingkai itu.

Koordinatnya menunjuk Kotagede. Tepatnya Kompleks Makam Raja-Raja Mataram Islam. Namanya Pasarean Hastana Kitha Ageng.

Ke sini dimakamkan raja pertama Mataram Islam, Panembahan Senopati. Nama kecilnya Danang Sutawijaya.

Danang. Sama Didalam nama saya. Ia punya ribuan prajurit dan abdi dalem. Saya punya grup WhatsApp wartawan. Yang ini lebih susah diatur.

Model mengintip Didalam balik pintu kayu berukir. Foto diambil Didalam Untuk lorong, Sambil sederet peserta menunggu Ke luar pintu. Foto: Sindonews/Danang Arradian

Lensa 15 mm membuat tembok bata tampak miring dan model terlihat kecil Ke bawah langit biru. Foto: Sindonews/Danang Arradian

Peziarah harus melewati tiga gapura. Bentuknya Paduraksa, warisan arsitektur Hindu, Didalam pintu kayu tebal berukir. Abdi dalem berbusana Jawa menjaganya. Aturannya ketat: lepas alas kaki, berkain jarik, dan tidak boleh memotret Ke Untuk makam.

Maka kami bermain Ke luar. Ke Di tembok bata dan gapura.

Tembok itu sendiri sudah seperti pameran. Bata merah yang mulai berlumut. Panel batu putih berukir bunga, ditempel berjarak. Ke puncaknya ada lengkung setengah lingkaran, berlapis-lapis seperti riak air.

Satu Gapura Mataram, Belasan Warna Leica Bidikan Xiaomi 17T pro

Model berpose seperti menari Ke Di lengkung setengah lingkaran Ke puncak tembok, berbusana batik cokelat dan emas Didalam kelat bahu Ke lengan atas. Foto: Sindonews/Danang Arradian

Modelnya berpose seperti menari Ke depannya. Rambutnya disanggul. Kelat bahu melingkar Ke lengan atas. Batiknya cokelat dan emas.

Pukul 08.01 saya memakai lensa 46 mm. Dua kali lebih Didekat Didalam lensa utama 23 mm. Wajah model Karena Itu lebih besar, tembok Ke belakangnya terasa lebih Diskusi.

Warna Ke foto itu bertarung Didalam rukun. Langit biru: dingin. Batik, bata, dan kulit: hangat. Menurut psikologi warna yang dipakai Leica, subjek hangat Ke Di bingkai yang terasa dingin Berencana Menarik Perhatian mata. Pagi itu teorinya tidak perlu dihafal. Langit Kotagede yang mengajarkannya.

Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Satu Gapura Mataram, Belasan Warna Leica Bidikan Xiaomi 17T pro