loading…
Raja Charles menangis Merasakan pernyataan Pangeran William tentang masa Didepan kerajaan. Foto/ getty
Ketika William dianugerahi gelar barunya, gelar itu juga disertai Didalam gelar Adipati Cornwall dan tanggung jawab Sebagai mengawasi tanah milik Kadipaten Cornwall yang luas. Kadipaten itu Sebelumnya dikelola Didalam Charles Di lebih Di 50 tahun ketika dia menjadi Pangeran Wales dan ia sangat tertarik Didalam keberhasilannya.
Di dokumenter ITV, Prince Charles: Inside the Duchy of Cornwall, pemirsa melihat Charles berbicara seperti yang belum pernah terjadi Sebelumnya – Ke mana dia mengungkapkan bagaimana pernyataan putra sulungnya tentang tanah milik itu membuatnya menangis.
Di sebuah video, pemirsa melihat William berbicara kepada seorang petani generasi kedua, Mervyn Keeling, tentang tanah milik pribadinya sebagai warisan. William pun Membeberkan pemikirannya tentang masa Didepan.
“Saya mulai berpikir tentang bagaimana saya Berencana mewarisi Kadipaten suatu hari nanti dan apa yang Berencana saya lakukan dengannya. Saya pikir itu sangat penting, sudut pandang keluarga, sungguh,” kata William.
Pemirsa Lalu diperlihatkan video Charles, yang merenungkan percakapan Antara putranya dan petani itu. “Ketika saya melihatnya, saya tidak dapat mempercayainya. Saya sangat tersentuh dan tergerak Didalam apa yang ia katakan. Terus terang, itu membuat saya menangis. Sungguh. Lantaran, saya tiba-tiba berpikir, ya, hanya mendengar itu darinya saja sudah membuat 50 tahun terakhir ini berharga.”
Sekarang, Sebelum menjadi Adipati Cornwall, William telah Memutuskan tanggung jawab penuh atas Kadipaten Cornwall – dan mulai meninggalkan jejaknya sendiri Ke sana.
Sebelumnya, dia Memperkenalkan Wacana Sebagai membangun Rumah Ke tanah Kadipaten Sebagai mengatasi tunawisma, Didalam 24 Rumah Ke Nansledan, Newquay, Ke Di “Dukungan menyeluruh” Untuk penduduk setempat Sebagai membuat jalan Ke Rumah permanen.
Mengatasi tunawisma merupakan fokus utama jangka panjang William, yang telah menceritakan bagaimana kunjungan Ke tempat penampungan bersama mendiang ibunya, Diana, Putri Wales, Pada masih kecil meninggalkan kesan yang mendalam dan abadi serta menginspirasi karyanya.
Kampanyenya, Homewards, bertujuan Sebagai Membuat cetak biru Sebagai memberantas tunawisma Di segala bentuknya, “menjadikannya langka, singkat, dan tidak terulang”. Enam lokasi Homewards dipilih – Newport, Lambeth, Belfast, Aberdeen, Sheffield, dan tiga kota tetangga Dorset, Poole, Bournemouth, dan Christchurch – Didalam tujuan Menyediakan solusi khusus Sebagai berbagai masalah Ke setiap area.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Raja Charles Nangis Dengar Pernyataan Pangeran William tentang Masa Didepan Kerajaan