Jakarta, CNN Indonesia —
Suzuki Indomobil Sales (SIS) menegaskan tidak Berencana meninggalkan model low multi purpose vehicle (MPV) Ertiga, meski Tren pasar Produsen Kendaraan nasional perlahan bergeser Di arah sport utility vehicle (SUV).
Penjualan Low MPV Ertiga Di 2025 terlihat Merasakan masa sulit. Posisi merek ini Di Antara para rivalnya cenderung berada Di papan bawah klasemen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi Ertiga Di 12 bulan 2025 hanya berjumlah 1.895 unit, yang artinya distribusi Di dealer hanya Di 150-an unit sebulan.
“Kalau bicara Ertiga, saya bilang bahwa sekarang ini trend memang bergeser Di arah SUV, tapi bukan serta-merta kami meninggalkan Ertiga,” kata Dony Ismi Saputra, 4W Deputy Managing Director SIS Di Jakarta, Kamis (29/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suzuki menegaskan Ertiga tetap diproduksi Sebab menjadi salah satu model yang dirakit Di Untuk negeri. Faktor produksi lokal tersebut menjadi pertimbangan utama perusahaan Untuk mempertahankan Ertiga Di Di Pelemahan Pasar.
“Ertiga kami masih produksi Sebab ini diproduksi Di Indonesia. Itu yang pertama. Setelahnya Itu yang kedua, kalau kami melihat, sekarang memang ada pergeseran, pergeseran minat Untuk konsumen (Di suv),” ucap Dony.
Untuk menjaga daya saing Ertiga, Suzuki berencana menyiapkan sejumlah stimulus guna Merangsang minat pasar. Tetapi, perusahaan belum mengungkapkan secara rinci stimulus yang dimaksud.
Stimulus ini diduga mengarah kepada penyegaran Pada Ertiga, baik itu Untuk bentuk facelift maupun all new.
“Berencana tetapi Sebab produk tersebut kami produksi Di Untuk negeri, tentunya kami siapkan stimulus-stimulus,” kata dia.
“Nanti kapan dan waktunya, nanti kami informasikan kepada rekan-rekan sekalian. Detilnya nanti dulu ya,” kata Dony menambahkan.
(ryh/dmi)
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia News: Penjualan Menyusut, Suzuki Pastikan Ertiga Masih Berencana Diproduksi











