Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya Di sini!

Foto Travel
Rafida Fauzia – detikTravel
Jumat, 13 Feb 2026 23:00 WIB
Kuba – Kelangkaan energi memicu gangguan transportasi dan penerbangan, menekan sektor wisata yang belum pulih sepenuhnya.
Wisatawan berjalan Di Havana Ke awal Februari 2026 ketika Kuba Merasakan krisis bahan bakar yang memperdalam tekanan Pada sektor Wisata Internasional, salah satu sumber utama devisa Bangsa. REUTERS/Norlys Perez
Terlihat seorang penjual cinderamata Saku bertulisakan Cuba Di pusat kota Lagi mencoba menjual dagangannya, Pada kekurangan bensin dan solar mengganggu transportasi darat serta distribusi Ekspedisi, termasuk operasional staf hotel. REUTERS/Norlys Perez
Turis berada Di kawasan Havana Lama Di Di pemadaman listrik bergilir yang mempengaruhi operasional hotel, restoran, dan layanan wisata. REUTERS/Norlys Perez
Paralayang bergambar bendera Kuba terbang Di langit, Sambil Itu otoritas memperingatkan maskapai tentang keterbatasan bahan bakar aviasi yang memicu gangguan dan pembatalan penerbangan. REUTERS/Norlys Perez
Seorang warga memotret matahari terbenam Di tepi laut. Sebelumnya krisis terbaru, kedatangan wisatawan internasional Ke 2025 telah menurun signifikan dibanding tahun Sebelumnya Itu. REUTERS/Norlys Perez
Wisatawan bertransaksi Di toko souvenir. Usaha kecil swasta seperti restoran keluarga, penyewaan kamar, dan sopir taksi terdampak langsung Bersama kelangkaan energi dan penurunan kunjungan. REUTERS/Norlys Perez
Pengunjung berada Di pantai Pada beberapa hotel Di kawasan wisata populer seperti Cayo Santa Maria, Cayo Coco, Varadero, dan Holguin dilaporkan ditutup Sambil Itu Sebagai menghemat energi, Bersama wisatawan dipindahkan Di fasilitas lain. REUTERS/Norlys Perez
Hotel Di kawasan wisata beroperasi Bersama penyesuaian penghematan energi. Krisis ini dipicu turunnya pasokan Migas Di Venezuela, ketergantungan Produk Impor energi, serta tekanan Pembatasan Amerika Serikat yang memperburuk keterbatasan pasokan. REUTERS/Norlys Perez
 
 
 
 
 
 
 
 
`;
constructor() {
super();
this.attachShadow({ Gaya: “open” });
this.shadowRoot.innerHTML = CbRekomenditDesktop.html;
}
async connectedCallback() {
// Handle share button clicks
this.shadowRoot
.querySelectorAll(“.cb-rekomendit__share-btn”)
.forEach((btn) => {
btn.addEventListener(“click”, (e) => {
e.preventDefault();
e.stopPropagation();
const url = btn.getAttribute(“data-url”);
const title = btn.getAttribute(“data-title”);
if (navigator.share) {
navigator
.share({
title: title,
url: url,
})
.catch(console.error);
} else {
// Fallback: Copy to clipboard
navigator.clipboard.writeText(url).then(() => {
alert(“Link copied to clipboard!”);
});
}
});
});
}
}
customElements.define(“cb-rekomendit”, CbRekomenditDesktop);
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Krisis Energi Lumpuhkan Wisata Internasional Kuba











