loading…
Ketua Dewan Pembina DPP Perempuan Bangsa, Rustini Muhaimin, secara resmi membuka workshop anti-pencabulan yang digelar Hingga pesantren. Foto/istimewa
Rustini Muhaimin tampak bergetar Pada menegaskan Kekejaman seksual adalah kejahatan kemanusiaan dan Pelanggar nilai agama yang sangat serius. Dari Sebab Itu, diperlukan komitmen bersama Untuk menciptakan ruang aman, terutama Hingga lingkungan Belajar seperti pesantren.
“Pesantren sebagai pusat nilai, akhlak, dan spiritualitas harus menjadi pelopor Untuk membangun Kearifan Lokal Dunia anti Kekejaman seksual. Dan perlu saya tegaskan, Kekejaman seksual adalah kejahatan kemanusiaan dan Pelanggar nilai agama yang sangat serius,” ujar Rustini.
Baca juga: Perempuan Bangsa Bertekad Dari Sebab Itu Organisasi Terbuka
Rustini menambahkan, Perempuan Bangsa harus menjadi garda terdepan Untuk pemberdayaan perempuan berbasis nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan, serta kuat Untuk prinsip dan nilai.
Ke Pada Yang Sama, Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa, Nihayatul Wafiroh atau yang akrab disapa Ninik, Mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan ikhtiar penting Sebagai menjaga kemaslahatan generasi penerus bangsa. “Kita berharap pesantren menjadi tempat paling aman Untuk generasi penerus, generasi muda,” katanya.
Data Bersama survei Jaringan Perlindungan Perempuan Indonesia (JPPI) sepanjang 2025 mencatat sebanyak 573 Tindak Kejahatan Kekejaman Hingga lembaga Belajar, termasuk Hingga pesantren. Di Itu, sepanjang Januari hingga Agustus 2024 ada 101 anak korban Kekejaman seksual Hingga pesantren, Bersama 69% korban laki-laki dan 31% perempuan.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Kekejaman Seksual adalah Kejahatan Kemanusiaan!