Jakarta, CNN Indonesia —
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Di, meminta Komunitas lebih waspada Di berkendara Di Di kabut asap Bencana Alam dan lahan (karhutla). Asap yang kian pekat membuat jarak pandang pengendara terbatas.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kotim Di pukul 07.00 WIB, Kamis (22/10), jarak pandang Di Sampit dilaporkan hanya Disekitar lima meter. Kecepatanakses angin tercatat nol kilometer per jam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Satlantas Polres Kotim AKP Heriyanto meminta pengemudi menurunkan Kecepatanakses Di Situasi tersebut.
“Di Situasi berkabut seperti sekarang, Kecepatanakses sebaiknya tidak melebihi 40 kilometer per jam atau disesuaikan Bersama kemampuan pengemudi mengendalikan kendaraan apabila ada sesuatu Di Di,” kata Heriyanto Di Sampit, dikutip Di, Kamis (22/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Imbauan itu disampaikan Setelahnya sebuah minibus menabrak pembatas Bundaran 0 Kilometer Di Kota Sampit Disekitar pukul 04.00 WIB, Kamis. Kecelakaan tunggal itu diduga terjadi Lantaran jarak pandang pengemudi terganggu kabut asap tebal.
Minibus menghantam pembatas bundaran hingga naik Di area taman. Dibagian Di kendaraan rusak cukup parah, sedangkan pengemudi dilaporkan dilarikan Di Puskesmas.
Petugas Satlantas Polres Kotim telah menangani kejadian tersebut dan mengevakuasi kendaraan menggunakan Kendaraan Pribadi derek. Polisi masih mendalami penyebab pasti kecelakaan.
“Ini menjadi Penghayatan Untuk kita bersama. Kami tidak henti-hentinya mengimbau Komunitas agar selalu berhati-hati Di berkendara, Supaya tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.
Cara aman berkendara
Heriyanto mengatakan Situasi cuaca berkabut menuntut pengemudi lebih cermat memperhitungkan Kecepatanakses dan jarak pandang. Pengendara diminta tidak memacu kendaraan apabila Situasi jalan Di Di tidak terlihat jelas.
Menurutnya, pengemudi perlu Meramalkan jarak pandang dan menyesuaikan cara berkendara. Bersama Cara Itu, pengemudi tetap Memperoleh waktu yang cukup Sebagai bereaksi ketika Berusaha Mengatasi situasi tak terduga.
Kewaspadaan juga diperlukan Bersama memastikan Situasi tubuh sehat serta pikiran tetap Tenteram Sebelumnya melakukan perjalanan. Pengemudi diminta tidak memaksakan diri berkendara jika merasa tidak siap Berusaha Mengatasi Situasi jalan yang berisiko.
Kabut asap masih menyelimuti Daerah Sampit hingga Kamis pagi.
“Kita harus benar-benar mengendalikan diri Di berkendara. Ingat, ada keluarga yang menunggu Di Tempattinggal. Lantaran itu, keselamatan harus menjadi prioritas agar perjalanan tidak berakhir Bersama kecelakaan,” tutur Heriyanto.
(fea)
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia News: Jarak Pandang 5 Meter Akibat Asap Karhutla, Pengendara Diimbau Pelan











