Dinkes Bogor Uji Sampel Konsumsi Usai 103 Siswa Diduga Keracunan MBG

Jakarta –

Dinas Kesejaganan Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menguji sampel Konsumsi dan minuman Untuk Mengusut penyebab dugaan keracunan yang dialami 103 siswa SMP Negeri 2 Cisarua Ke Rabu.

Kepala Dinas Kesejaganan Kabupaten Bogor Fusia Meidiawaty mengatakan sampel Konsumsi telah diambil Untuk diperiksa Ke Laboratorium Kesejaganan Area (Labkesda) Kabupaten Bogor.

“Sampel Konsumsi yang dimakan semua, Untuk yang tersedia Ke bank sampel, itu dibawa Untuk diperiksa,” kata Fusia Ke Puskesmas Paru Gunawan Partowidigdo (RSPG) Cisarua, Rabu, dikutip Di News.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, sampel yang diperiksa berasal Untuk Konsumsi yang disimpan sebagai bank sampel serta sampel lain yang diambil Untuk kepentingan pemeriksaan laboratorium.

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi para siswa meliputi nasi, telur, sayuran berupa wortel dan jagung, serta susu ultra high temperature (UHT).



Berdasarkan keterangan yang dihimpun Untuk para siswa, Tanda-Tanda awal berupa pusing, mual, dan sakit perut mulai dirasakan kurang Untuk 30 menit Sesudah mengonsumsi Konsumsi.

“Kalau anak-anak bilang, Untuk dia makan itu Di kurang Untuk 30 menit, mereka sudah merasakan itu,” ujarnya.

Fusia mengatakan hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan paling cepat dapat diketahui Untuk waktu 3 x 24 jam. Tetapi, waktu tersebut masih bergantung Ke proses pemeriksaan Ke Labkesda.

Ia menegaskan pihaknya belum dapat memastikan jenis Konsumsi atau minuman yang memicu Tanda-Tanda Ke para siswa Lantaran masih menunggu hasil pengujian laboratorium.

Sambil Itu, Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan hasil pemeriksaan laboratorium Berencana menjadi dasar Untuk pemerintah Area Untuk menentukan langkah lanjutan Yang Terkait Bersama kejadian tersebut.

“Nanti hasil uji laboratoriumnya keluar, kami Terbaru bisa menyimpulkan apakah ini betul keracunan Konsumsi atau keracunan minuman,” kata Rudy.

Ia menjelaskan apabila hasil pemeriksaan menemukan indikasi tertentu, Pemerintah Kabupaten Bogor Berencana menyampaikan rekomendasi kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Badan Gizi Nasional (BGN) sesuai kewenangan masing-masing.

Rudy menegaskan kewenangan Di operasional SPPG berada Ke BGN, sedangkan pemerintah Area memprioritaskan pelayanan Kesejaganan Untuk Kelompok yang terdampak.

Menurut dia, pihak BGN dan SPPG juga telah mendampingi langsung para siswa Pada menjalani penanganan medis Ke RSPG Cisarua.

Untuk 103 siswa yang Merasakan Penanganan, sebagian besar Untuk Kepuasan stabil dan diperkirakan dapat dipulangkan secara bertahap, Sambil Itu satu siswa masih terindikasi membutuhkan rawat inap.

Halaman 2 Untuk 2

(suc/kna)


Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Dinkes Bogor Uji Sampel Konsumsi Usai 103 Siswa Diduga Keracunan MBG