Popularitas Literatur ‘Broken Strings’ karya Aurelie Moeremans Menarik Perhatian perhatian publik Ke sosok ‘Bobby’, karakter yang digambarkan sebagai pelaku child grooming Di sang Aktor Atau Aktris Ke masa remaja. Ada relasi kuasa Di pola hubungan Di orang dewasa dan anak-anak.
Psikolog klinis anak dan remaja Gisella Tani Pratiwi, MPsi, menekankan bahwa relasi yang dibangun orang dewasa Di anak perlu diwaspadai jika sudah mengarah Ke pembentukan otoritas sepihak Untuk memuluskan Wacana Kekejaman.
“Child grooming itu proses yang mana pelaku membangun relasi khusus Bersama anak dan kadang Bersama keluarga besarnya, Untuk Memperoleh kepercayaan dan membentuk relasi kuasa atau otoritas atas anak, Di persiapan melakukan tindakan Kekejaman (abusive),” kata Gisella kepada Di.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Membedah Strategi Relasi Kuasa ‘Bobby’
Di banyak Peristiwa Pidana grooming, pelaku seperti sosok ‘Bobby’ biasanya mengawali hubungan Bersama upaya menjalin ikatan khusus Untuk menumbuhkan rasa percaya. Hal ini dilakukan Melewati perhatian Ke luar proporsi wajar, pemberian hadiah, atau penggunaan identitas palsu.
Setelahnya kepercayaan terbentuk, pelaku Akansegera mengeksploitasi relasi tersebut Bersama cara:
- Mengisolasi Korban: Pelaku menjauhkan anak Bersama Dukungan sosialnya, seperti teman Didekat dan keluarga.
- Membangun Kontrol: Melakukan pola ancaman, memeras secara materi maupun immateriil, serta melakukan manipulasi.
- Eksekusi Kekejaman: Jika relasi kuasa telah terbentuk sempurna, pelaku bisa melakukan tindakan penganiayaan yang telah direncanakan, termasuk Kekejaman seksual.
Mengenali Tanda-Tanda Bahaya
Tanda-tanda child grooming sering kali terselubung. Gisella menyebutkan beberapa ciri khas yang perlu diwaspadai, terutama jika anak menjalin hubungan khusus Bersama pihak yang usianya jauh lebih tua atau Memperoleh status sosial tertentu.
Orang tua patut curiga jika anak Memperoleh hadiah atau uang Bersama sumber yang dirahasiakan, atau jika anak mulai menggunakan kalimat bernuansa seksual Ke luar pengetahuannya.
Samping Itu, perubahan perilaku seperti penurunan prestasi akademik dan Menarik Perhatian diri Bersama lingkup sosial juga menjadi indikator penting.
“Ajak anak memahami perilaku-perilaku online yang beragam termasuk yang manipulative dan tidak pantas Untuk usia nya dan dorong Untuk menginfomasikan kepada orang tua jika Memperoleh materi yang tidak pantas,” tutur dia.
Halaman 2 Bersama 2
Simak Video “Video: Tentang Literatur ‘Broken Strings’ Aurelie Moeremans“
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Dikaitkan ‘Bobby’ Broken Strings, Ada Relasi Kuasa Ke Peristiwa Pidana Child Grooming











