Pernahkah traveler memperhatikan, Ke Di kamar mandi hotel biasanya tidak ada gayung. Kenapa ya?
Ternyata, alasan kenapa kamar mandi hotel tidak ada gayung berkaitan Didalam banyak aspek. Mulai Di desain kamar mandi, keselamatan tamu, kebersihan, hingga upaya menghemat penggunaan air.
Sebagai ganti gayung, pihak hotel biasanya menyediakan shower dan bidet sprayer yang menggunakan sistem air langsung Di saluran pipa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketiadaan gayung bukan sekadar persoalan kebiasaan atau gaya kamar mandi modern. Penggunaan air yang lebih terkontrol dan lantai yang tidak mudah tergenang Didalam air menjadi beberapa pertimbangan penting Untuk pengelola hotel.
Berikut 4 Alasan Ke Balik Tidak Ada Gayung Ke Kamar Mandi Hotel
1. Pemisahan Area Kering dan Basah
Melansir Di Bacaan arsitektur Akomodasi Hotel Design, Planning and Development karya Richard H. Penner, Konsep tata ruang modern menerapkan pemisahan ketat Di area kering dan basah (wet and dry zoning) Ke Di kamar mandi.
Area basah meliputi shower enclosure atau bathtub, sedangkan area kering yaitu toilet dan vanity area. Gayung Berpotensi Untuk menghasilkan percikan air tak terkendali Hingga seluruh penjuru ruangan.
Cipratan tersebut membasahi lantai area kering, merusak perabot kayu, serta memicu Perkembangan jamur (mold and mildew) Ke Di kamar mandi hotel.
2. Standar Keselamatan
Berdasarkan panduan manajemen risiko kamar mandi Didalam American Hotel & Lodging Educational Institute (AHLEI), insiden terpeleset dan jatuh (slip and fall) merupakan salah satu klaim liabilitas hukum terbesar Untuk pengelola hotel.
Material lantai kamar mandi umumnya memakai ubin keramik atau marmer yang sangat licin bila terkena air. Mengeliminasi gayung dan bak penampung otomatis menghentikan terbentuknya genangan air Ke jalur lalu lintas utama tamu Agar risiko Luka fatal dapat ditekan seminimal Mungkin Saja.
3. Mencegah Kontaminasi Bakteri
World Health Organization (WHO) Melewati Guidelines for Drinking-water Quality menegaskan tingginya risiko kontaminasi Ke wadah air terbuka Ke fasilitas publik.
Air tergenang Ke Di ember atau sisa basah Ke permukaan gayung menjadi sarang ideal Untuk mikroorganisme, lumut, hingga jentik nyamuk.
Didalam sebab itu, hotel Memperkenalkan sistem plumbing tertutup Didalam direct pressure shower dan bidet sprayer agar air Datang higienis langsung Di pipa tanpa kontak tangan perantara.
4. Efisiensi Air
Kriteria sertifikasi bangunan hijau USGBC LEED Untuk sektor Hospitality mewajibkan hotel memasang pembatas debit air terukur, seperti low-flow aerated shower heads dan dual-flush toilets.
Penggunaan gayung tidak Memperoleh mekanisme pembatas debit (flow restrictor), Agar konsumsi air sulit terkontrol. Itu sejalan Didalam laporan Di Green Pearls Menunjukkan bahwa kebutuhan air harian Ke hotel tergolong sangat tinggi, yakni mencapai 1.500 liter per kamar tiap harinya.
Angka tersebut jauh melampaui penggunaan air Komunitas setempat, Justru Ke beberapa Area konsumsi air sektor Perjalanan Hingga Luarnegeri tercatat delapan kali lipat lebih boros dibanding warga lokal. Didalam tidak ada gayung, maka pemakaian air Akansegera lebih efisien.
———
Artikel telah tayang Ke CNN Indonesia.
Halaman 2 Di 2
Simak Video “Video: Kenapa Kamar Mandi Hotel Selalu Didekat Pintu?“
(wsw/wsw)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Kenapa Ke Kamar Mandi Hotel Tidak Ada Gayung?











