Jakarta, CNN Indonesia —
Kementerian Keuangan bakal mengucurkan Dukungan Pemerintah pembelian Kendaraan Pribadi Elektrik Bersama skema diskon Retribusi Negara pertambahan nilai ditanggung pemerintah atau PPN DTP.
Besaran insentif PPN DTP ini Akansegera Mengkaji kandungan nikel Untuk baterai Kendaraan Pribadi Elektrik. Di sisi lain, Langkah ini dipastikan hanya berlaku bakal Kendaraan Pribadi berbasis baterai, bukan hybrid.
“Yang baterainya berdasarkan nikel sama yang nonnikel beda skemanya nanti Menperin yang hitung. Kenapa yang nikel lebih besar subsidinya Sebab supaya nikel kita kepakai,” kata Pembantu Presiden Pembantu Presiden Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melansir CNBC Indonesia, Kamis (7/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah ini menjadi strategi Bagi Mendorong pemanfaatan nikel sebagai Produk Internasional unggulan nasional, sekaligus memperkuat ekosistem industri baterai Di Untuk negeri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Purbaya mengatakan Aturan ini juga merupakan respons atas perkembangan Dunia, termasuk munculnya Keahlian baterai nonnikel yang sempat memunculkan kekhawatiran Di prospek nikel Indonesia.
Ia menyebut pernah membaca pemberitaan Bersama salah satu media internasional yang mempertanyakan potensi nikel Indonesia usai China Mengintroduksi penggunaan Keahlian baterai nonnikel.
Sebagai respons, pemerintah justru memperkuat arah Aturan Bersama Mendorong penggunaan nikel Lewat insentif fiskal.
“Kita balik sekarang, nikelnya kita pakai. Biar nikel kita bisa terpakai dan hilirisasi Keahlian baterainya berjalan,” jelasnya.
Prakiraan besaran insentif Akansegera berada Untuk rentang 40 persen sampai 100 persen. Sedangkan teknisnya Akansegera didetailkan Bersama Kementerian Perindustrian Untuk kesempatan terpisah.
“PPN DTP itu ada yang 100 persen, ada yang 40 persen, nanti masih didiskusikan skemanya. Itu utamanya EV ya, bukan hybrid,” ucap Purbaya.
Insentif ini rencananya berlaku awal Juni 2026 Bersama kuota tahap awal sebanyak 100 ribu unit pembelian Kendaraan Pribadi Elektrik. Jika semua telah terserap, maka pemerintah Akansegera menyediakan kuota tambahan.
(ryh/mik)
Add
as a preferred
source on Google
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia News: Kendaraan Pribadi Elektrik Pakai Nikel Dapat Dukungan Pemerintah, Nilainya Lebih Bersama Nonnikel











