loading…
Pejabat Tingginegara Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto ungkap perbandingan harga avtur Ke berbagai Bangsa. Foto/Isra Triansyah, Dok SINDO PHoto
Menko menyebut avtur ini merupakan BBM non-Bantuan Pemerintah yang harganya mengikuti perkembangan pasar. Avtur sendiri berkontribusi hingga 40% Di biaya operasional maskapai penerbangan, Agar pemerintah melakukan intervensi agar Fluktuasi Harga tiket pesawat tetap terkendali.
“Hari ini kita lihat Ke Bandara Soekarno Hatta itu harga avtur per 1 April kemarin sudah Di 23.000-an, ini Rp23.551 per liter. Nah Fluktuasi Harga avtur ini tentu mempengaruhi struktur biaya operasional Untuk maskapai nasional, dimana harga avtur itu berkontribusi Di 40 persen Untuk biaya operasional pesawat,” ungkap Airlangga Untuk konferensi pers Ke kantornya, Senin (6/4/2026).
Baca Juga: Airlangga Umumkan Fluktuasi Harga Tiket Pesawat Domestik 9-13%
Untuk lebih menekan struktur biaya operasional maskapai, pemerintah juga Memberi insentif non-fiskal berupa penurunan bea masuk suku cadang pesawat menjadi 0 persen. Keputusan ini diharapkan tidak hanya membantu maskapai, tetapi juga memperkuat industri Penanganan pesawat (Maintenance, Repair, and Overhaul/MRO) Ke Untuk negeri.
Airlangga Hartarto Memperkenalkan bahwa pemerintah Akansegera Memberi Bantuan Pemerintah Di Rp1,3 triliun per bulan guna menjaga stabilitas industri penerbangan nasional. Baca Juga: Harga Avtur Melonjak 70% Imbas Konflik Bersenjata AS-Iran, Maskapai Teriak Minta Kenaikan Tiket Pesawat
“Agar harga tiket naiknya maksimum Ke 9-13 persen, jumlah Bantuan Pemerintah yang kita berikan Dari pemerintah itu Di Rp1,3 triliun Idr per bulannya. Dari Sebab Itu kalau kita persiapkan Untuk 2 bulan, maka ini Rp2,6 triliun,” ujar Airlangga.
(akr)
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Airlangga Ungkap Perbandingan Harga Avtur Ke Beberapa Bangsa











